Dalam penerapannya di lapangan, untuk dapat memenuhi kebutuhan akan biofertilizer Technofert 2001 dalam jumlah besar untuk satuan lahan yang sangat luas, maka seringkali dilakukan teknik perbanyakan biofertilizer tersebut di tanah (di alam). Tujuan dari teknik ini adalah perbanyakan jumlah spora endomikoriza di tanah dengan menggunakan tanaman inangnya yaitu Sorghum sp. Diharapkan, setelah tanaman inang di panen spora-spora endomikoriza akan berkembang biak dengan baik di tanah, sehingga tanah yang mengandung spora tersebut dapat dijadikan biofertilizer bagi tanaman yang akan di tanam pada periode musim tanam berikutnya.

Technofert 2001 telah teruji dapat meningkatkan pertumbuhan 79-200% (Marsudi et al., 1997) tanaman kehutanan seperti sengon (Parasianthes falcataria), jati merak (Gmelina arborea), sungkai (Peronema canescens); tanaman perkebunan seperti coklat (Theobroma cacao); tanaman untuk hijauan makanan ternak seperti gamal (Gliricida maculata), sorghum (Sorghum sp); tanaman pangan seperti jagung (Zea mays).

Manfaat

Mikoriza adalah cendawan atau jamur tanah yang mempunyai asosiasi mutalisme atau hubungan yang saling menguntungkan dengan akar tanaman. Mikoriza membantu tanaman dalam meningkatkan penyerapan unsur fosfor dan memperkuat toleransi tanaman terhadap kekeringan; mempertinggi kekebalan tanaman terhadap beberapa patogen tanaman; serta dapat memperbaiki struktur tanah (Brundrett et al., 1996).

Bahan:
1. Starter Biofertilizer Endomikoriza Technofert 2001
2. Tanaman inang Sorghum sp
3. Tanah
4. Basamid-G
Basamid-G adalah campuran fungisida, insektisida dan nematisida yang berbentuk butiran berwarna putih keabu-abuan yang mengandung bahan aktif Dazomet   98%.
Bahan aktif Basamid-G digunakan untuk sterilisasi tanah karena dapat mengendalikan penyakit jamur, hama serangga dan nematoda pada lahan yang akan ditanami oleh bibit tanaman
5. Air
6. Panas Matahari
7. Plastik

Tahapan Pelaksanaan
1. Pembuatan Bedengan Tanah
2. Sterilisasi tanah
3. Pembuatan bedeng sapih untuk persemaian tanaman Sorghum sp.
4. Pengukuran jarak tanam dan pembuatan lubang untuk Sorghum sp.
5. Pemberian starter biofertilizer dan penanaman kecambah Sorghum sp.
6. Pemeliharaan dan pemberian nutrisi bagi tanaman inang Sorghum sp.
7. Pemanenan tanaman inang Sorghum sp
8. Perlakuan stressing pada endomikoriza
9. Analisa kandungan spora endomikoriza
10. Pengemasan dan Penyimpanan

Pencarian artikel ini: