Pendahuluan dan Manfaat
Indonesia mempunyai lahan gambut tropis terbesar di dunia, lebih kurang 27 juta Ha, sebagian tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya. Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari bahan organik yang dalam proses pembentukannya dan perkembangan selanjutnya sangat dipengaruhi oleh faktor kelembaban, susunan bahan organik, kemasaman, aktivitas jasad renik dan waktu. Selain keasaman tanahnya yang tinggi, lahan gambut sangat miskin dengan mineral yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Saat ini telah ditemukan formulasi penyubur lahan gambut yang disebut PUGAS (Penyubur Gambut Setiadi). Dalam perkembangannya PUGAS telah diaplikasikan di beberapa kawasan transmigrasi untuk berbagai tanaman pangan dan hortikultura. Untuk selanjutnya diproduksi dan disebarkan kepada masyarakat. Penerapan PUGAS telah memberikan hasil yang sangat baik, dapat mencapai 1,5 sampai 2 kali dibanding tanpa PUGAS.

Peralatan dan Bahan
Peralatan : 
1 Unit instalasi pengolahan PUGAS yag terdiri dari : alat pengering, alat penghalus, alat pengayak dan alat pencampur

Bahan :
1. abu vulkan, (merupakan bahan hasil letusan gunung berapi).
2. KPA (Kapur Phospat Alam), (dapat diperoleh dari unit penambangan rakyat di Ciamis)
3. Pupuk KCL dan Urea, (dapat diperoleh dipasaran.)

Cara Pembuatan
1.. Penambangan abu vulkan. Penambangan dilakukan di dam penahan aliran lahar sungai Krasak. Hal ini dilakukan mengingat pengurangan deposit di sekitar dam dapat mengurangi beban statis ataupun dinamis dinding dam dari ancaman bobol oleh terjangan lahar dan juga secara ekologis dapat mengurangi ancaman bahaya banjir lahar yang meluber ke pemukiman sekitar ataupun lahan-lahan produktif sekitar aliran sungai. Penambangan dapat dilakukan secara manual/padat karya ataupun dengan sistem mekanis yaitu dengan menggunakan excavator.

2. Pengeringan (drying). Bahan baku abu vulkan yang baru saja ditambang dari sumber deposit adakalanya masih basah sehingga perlu dilakukan pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran konvensional di bawah terik matahari ataupun dengan menggunakan unit pengering/oven

3. Penghalusan (grinding). Material kasar seperti abu yang telah menggumpal atau pasir kadangkala terbawa dalam penambangan abu vulkan, sehingga material kasar ini perlu dihaluskan. Semua bahan abu vulkan dihaluskan sampai pada ukuran 80 mess ( mm).

4. Pencampuran (mixing). Apabila semua bahan-bahan PUGAS seperti abu vulkan, KPA, KCl dan Urea sudah tersedia, maka bahan-bahan tersebut siap untuk dicampur. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mesin Mixer yang mempunyai daya pencampur sempurna.

5. Pengemasan (packaging). Penyubur PUGAS dikemas dengan bahan yang tahan cuaca baik air maupun panas. Kemasan PUGAS dibuat 25 Kg untuk memudahkan dalam bongkar-muat ataupun diangkut oleh petani-petani.

Pencarian artikel ini: