Menurut Agus Pambagio, dari YLKI dan Pelaksana Harian KTVPI (Komunitas Televisi Publik Indonesia), pemasaran produk Iptek melalui media komersial sangat tinggi biayanya, khususnya biaya air time. 

Disamping itu juga produk iptek merupakan produk pembelajaran publik yang belum teruji nilai komersialnya secara masal sehingga sulit mendapatkan dana sponsor dari dunia usaha. Karena itu menurut Agus Pambagio, media publik merupakan media yang tepat karena hidupnya dibiayai publik dan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program, termasuk iptek. 

Hal ini dikarenakan kesan masyarakat terhadap produk-produk iptek itu : sangat akademis dan diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja, sulit diimplementasikan di masyarakat karena masih terbatas pada konsep, tidak menarik masyarakat karena tidak mempunyai nilai ekonomis yang riel, kurang menarik masyarakat karena tidak menghibur tetapi mengajak berpikir dan untuk menghasilkan produk iptek terkesan memerlukan biaya besar dan juga kurangnya respon dari Pemerintah. 

Menurut Agus pambagio, lulusan teknik tekstil ITB dan Master Engineering ini untuk social merketing iptek yang diperlu diketahui bahwa : iptek yang akan disampaikan ke masyarakat harus sesuai dengan target sasaran, bersifat edutainment atau infotainment (mengandung unsur pendidikan dan hiburan/informasi yang mendidik), harus menarik dan dapat menjadi bahan diskusi ruang keluarga serta iptek yang akan disampaikan itu harus menarik minat masyarakat untuk mencoba dan memperoleh nilai tambah ekonomi. 

Sedang bentuk sosial marketing iptek melalui media publik antara lain : pembuatan iklan layanan masyarakat yang menarik untuk mengajak masyarakat terlibat, mencintai dan mengembangkan iptek, pembuatan film seri dokumenter disertai dengan penerbitan buku dan pengadaan merchandising yang bersifat iptek, pembuatan lomba atau sayembara penemuan iptek bekerjasama dengan dunia usaha dan membuat berbagai kuis dan diskusi atau dongeng anak-anak mengenai iptek. 

Jadi, produk iptek perlu disosialisasikan secara populer, mendidik dan luas kepada masyarakat. Dan tentunya di sini perlu peran lebih dari Pemerintah agar produk iptek menarik minat masyarakat dan dunia usaha untuk bisa berkembang secara komersial namun tetap terlindungi.

Artikel terkait :

  1. Teknologi Pengolahan Bahan Galian (Batu Alam) Untuk Produk Barang Kerajinan Bahan galian (mineral) industri banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam berbagai jenis industri, seperti industri semen, kaca, marmer, keramik/porselin, kerajinan,...
  2. Apakah teknologi barang publik ? Apakah teknologi barang publik ? Pertanyaan ini muncul dari diskusi dengan seorang kawan ahli ekonomi tentang seberapa besar seharusnya peran...
  3. TEKNOLOGI HIDROPONIK MEDIA ARANG SEKAM UNTUK BUDIDAYA HORTIKULTURA Perkembangan teknologi di bidang pertanian demikian pesat, sehingga mereka yang tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan memperoleh keuntungan yang...
  4. Memperbaharui Citra Museum Dengan Sentuhan Iptek Ketidakpopuleran museum dan sedikitnya pengunjung, membuat kantor Deputi menristek termotivasi untuk membuat terobosan baru dalam mengelola museum sehingga museum tak...
  5. Membangun Sebuah Kebijakan Iptek Mendengarkan acara semalam di Metro TV berbincang sejenak bersama Menristek Ir. Hatta Radjasa, rasanya cukup menarik untuk dicermati. Mengingat banyak...