Tanaman krisan (Chrysanthemum sp.) merupakan tanaman hias bunga pot yang banyak digunakan sebagai tanaman penghias atau dekorasi interior. Bunga krisan memiliki warna beraneka ragam : putih, kuning, jingga, merah dan ungu dengan bentuk bunga yang bervariasi.
Umumnya tanaman pot dapat mengalami penurunan kualitas setelah mengalami pengangkutan dan diletakkan dalam berbagai kondisi ruangan. Penurunan kualitas ini diantaranya adalah: layu, etiolasi dan klorosis, sehingga perlu dilakukan usaha untuk mempertahankan kualitas tanaman selama diletakkan dalam berbagai kondisi ruangan. Usaha tersebut dapat menghemat tenaga kerja, biaya transportasi dan meningkatkan kepuasan konsumen. Salah satu usaha untuk mendapatkan tanaman pot krisan yang baik dan lebih tahan lama adalah dengan pemberian zat penghambat tumbuh (retardan) yang dalam hal ini adalah paclobutrazol dengan nama dagang Cultar.
Pemberian paclobutrazol pada tanaman hias dapat memperpendek batang, berbunga serempak dan berpenampilan baik. Selain itu dapat meningkatkan warna hijau daun tanpa menyebabkan pertumbuhan abnormal, dapat mempertebal batang dan menghambat etiolasi. Tanaman yang diberi retardan lebih tahan terhadap stress air, suhu panas, suhu dingin, asap dan stress selama diletakkan dalam berbagai kondisi ruangan. Retardan dapat memperpanjang ketahanan kualitas tanaman pot krisan setelah diletakkan dalam berbagai kondisi ruangan.
Cara pengerjaan
Bahan yang digunakan adalah bahan stek pucuk krisan (Chrysanthemum sp.), paclobutrazol dengan nama dagang Cultar,rootone F, pasir, plastik bening, sekam padi, pupuk urea, TSP, KCL, dolomit, Decis 2,5 EC, Dithane M-45, Mandozeb 80 WP, Daconil 75 WP dan zat perekat Agristick.
- Bahan stek diambil dari pucuk tanaman induk kurang lebih 5-8 cm (2-3 ruas).
- Sebelum penanaman pangkal bahan stek diberi rootone Fberbentuk pasta untuk merangsang pertumbuhan akar.
- Penanaman pada bedeng persemaian dengan jarak tanam 5 cm x 5 cm dan kedalaman 1 cm. Bedengan yang telah ditanami tersebut diberi Dithane M-45 dan ditutup dengan sungkup bening. Pemeliharaan dilakukan dengan menjaga kelembaban udara dan media yakni dengan melakukan penyiraman pada pagi hari.
- Setelah 14 hari, tanaman segera dipindah ke pot plastik bermedia tanah dan sekam padi yang berpupuk
- Pembuangan titik tumbuh (pinching) dilakukan setelah tanaman berumur 10-14 hari sesudah tanam. Pinching dilakukan untuk memperoleh tipe pembungaan dengan banyak bunga per-tangkai.
Tanaman dipanen saat 75% tanaman dari setiap perlakuan pada kelompok yang sama semuanya sudah memiliki tiga buah bunga yang mekar sempurna. Tanaman kemudian diberi perlakuan pasca produksi setelah dibersihkan dari daun-daun yang sakit.
KESIMPULAN
- Paclobutrazol dapat digunakan untuk pemendekan batang tanaman pot krisan. Jumlah cabang tanaman meningkat, jumlah daun menurun, kandungan klorofil meningkat .
- Dapat memperlambat kelayuan bunga.
- Tanaman pot krisan lebih tahan kualitasnya bila diletakkan dalam ruangan.
- Pemberian paclobutrazol dengan hasil terbaik dari segi penampilan tanaman adalah taraf konsentrasi 8 ppm
Tanaman krisan pot dapat dijadikan sebagai usaha keluarga karena mudah penerapannya. Selain menambah keindahan lingkungan juga dapat menambah pendapatan dalam segi keuangan.



