Pendahuluan dan Manfaat
BPPT melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Seni dan TeknologiKeramik dan Porselin Bali (UPT-PSTKP Bali) telah melakukan berbagai upaya dalam rangka memperluas sasaran pasar melalui kreatifitas desain keramik yang lebih berorientasi ekspor. Salah satu kegiatannya dilaksanakan di desa Banyumulek, kecamatan Kediri kabupaten Lombok Barat.
Manfaat yang dapat diperoleh antara lain :
- Kreatifitas desain akan meningkatkan keaneka ragaman desain produk akan memperkaya khasanah budaya Nasional pada umumnya dan budaya Lombok pada khususnya.
- Desain diarahkan untuk tujuan cenderamata, sehingga membantu kemudahan transportasi karena ukurannya relatif kecil dengan daya tarik lebih kuat serta desainnya mencerminkan ciri khas daerah.
- Ukuran yang lebih kecil serta digarap dengan lebih terampil, akan mampu menekan biaya bahan dengan tidak mengurangi nilai jual yang diharapkan.
- Secara tidak langsung melalui pendidikan dan latihan yang dilaksanakan akan meningkatkan pemahaman dan aspirasi masyarakat terhadap nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi dan desain.
Untuk membandingkan nilai keuntungan ekonomis yang diperoleh perajin dari produksi sesudah diklat di bandingkan dengan sebelum diklat akan diambil salah satu contoh kalkulasi sebuah gentong dengan sebuah tempat lilin dengan memakai perhitungan pekerjaan dalam 1 minggu yang disesuaikan dengan proses pembuatan gerabah dari persiapan bahan sampai pembakaran. Perinciannya diperlihatkan pada tabel 2.
KERAMIK BANYUMULEK
1. Perkembangannya
Banyumulek adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Kediri kabupaten Lombok Barat. Luas daerahnya 4,21 ha dengan jumlah penduduk 10.347 jiwa yang 80 % adalah perajin gerabah.
Kerajinan ini telah ditekuni sejak jaman dahulu sampai sekarang. Perkembangannya sangat berarti sejalan dengan berkembangnya pariwisata di kawasan Lombok maupun Bali serta dilaksanakannya bimbingan oleh pihak pemerintah.
2. Jenis-jenis hasil
Jenis keramik yang dihasilkan semula dimanfaatkan sebagai benda fungsional seperti gentong untuk tempat air, kendi untuk minum dan lain-lain. Tetapi, lambat laun terjadi pergeseran nilai yang berorientasi ke arah elemen dekorasi sebagai penghias taman atau penghias ruangan hotel akibat berkembangnya pariwisata di Lombok dan sekitarnya.
UPAYA PENINGKATAN MUTU
Upaya meningkatkan mutu keramik di desa Banyumulek diarahkan dengan tujuan memproduksi jenis barang cenderamata.
1. Penelitian Laboratorium
Sebelum menerapkan teknologi kepada perajin, terlebih dahulu dilakukan pengujian bahan lokal Banyumulek dari bahan tunggal maupun terkomposisi dengan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pasir halus, serbuk bata merah serta abu dapur (limbah pembakaran gerabah) yang dilakukan di laboratorium UPT – PSTKP Bali.
Proses percobaannya sebagai berikut :
- Siapkan tanah dan pasir hasil ayakan tepung dengan perbandingan 2:1.
- Campur rata bahan tersebut, lalu tuangi air sedikit demi sedikit sampai menjadi massa yang plastis.
- Biarkan 1 malam untuk meratakan campuran sehingga siap untuk dibentuk.
- Selanjutnya pembentukan dilakukan sesuai dengan desain yang telah direncanakan.
- Setelah pembentukan selesai, pengeringan dilakukan dengan menganginkan barang di tempat teduh
- Barang yang sudah kering diatur dalam tungku ladang dengan bahan bakar daun-daun kering, sampah kering atau jerami hingga matang.
Hasil uji coba diperoleh diperlihatkan pada tabel 1.
|
No |
Parameter yang diamati |
Komposisi A |
Komposisi B |
Komposisi C |
Komposisi D |
|
1 2 3 4 5 6 7 8 9 |
Keplastisan Air bentuk (%) Warna basah Warna bakar SK (%) SB (%) ST (%) PA (%) PV |
P 35 coklat tua ck 12,45 13,13 15,10 14,70 * |
P 35 coklat tua ck 9,70 0,0 12,50 16,31 ** |
P 35 coklat tua mb 13,89 0,0 14,14 15,60 *** |
P 35 coklat tua ca 9,70 0,0 12,50 16,31 **** |
Tabel 1 : Hasil uji laboratorium
Catatan :
A : Penelitian tanah tunggal Banyumulek mb : merah bata
B : Tanah tunggal + pasir (2:1) ca : coklat keabuan
C : Tanah tunggal + serbuk bata merah (9:!) SK : Susut Kering
D : Tanah tunggal + abu (9:1) SB : Susut Bakar
P : Plastis ST : Susut Total
Ck : coklat kemerahan PA : peresapan Air
PV : Penampakan Visual
* : tidak nyaring, halus, bengkok, berpori,retak.
**=***=**** :kurang nyaring, halus, lurus, berpori.
Berdasarkan uji coba di atas, komposisi A, B, C dan D tergolong gerabah lunak berwarna. Dapat diambil kesimpulan bahwa tanah tunggal (A) tidak dapat dimanfaatkan untuk pembuatan gerabah karena pecah dalam proses pengeringan. Sedangkan B, C dan D diterapkan di lapangan dengan penjelasan sebagai berikut :
B. cocok untuk semua jenis desain, perolehan bahan mudah dan murah, warna coklat kemerahan.
C. cocok untuk semua jenis desain, perolehan bahan dari limbah bangunan atau pecahan bata merah,warna menarik.
D. hanya cocok untuk desain benda kecil (cenderamata), perolehan bahan sangat mudah (abu limbah pembakaran gerabah) dan gratis, warna coklat keabuan.2. Penerapan Teknologi
Pendidikan dan latihan (diklat) diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan di dalam memanfaatkan potensi yang ada baik bahan maupun alat melalui keterampilan dan teknologi tepat guna di dalam proses pembuatan sehingga menghasilkan produk yang lebih halus dan lebih bermutu.
Adapun pelaksanaannya dilakukan di lokasi perajin (desa Banyumulek) selama 1 bulan (Agustus 1996) atas kerjasama antara Kedeputian Bidang Analisis Sistem, BPPT bersama-sama UPT – PSTKP Bali dan Pusat Studi Wanita Universitas Mataram dengan menetapkan dan memilih 20 orang perajin potensial yang diperkirakan mampu mengetuk tularkan ke perajin lainnya.
-
- Pengolahan Bahan.Proses pelaksanaannya diawali melalui penyuluhan praktis mengenai pengetahuan bahan dan proses pengolahan yang efisien dan efektif. Hal ini dilakukan sesuai dengan hasil uji coba lab (lihat tabel) dimana di dalam pengolahan bahan untuk memperoleh kehalusan butir mempergunakan ayakan tepung. Waktu pengerjaan yang lebih lama dikompensasi dengan nilai jual yang lebih tinggi
2.1. Pelaksanaan Diklat
b. Penganeka ragaman desain.
Dalam rangka peningkatan kemampuan mendesain produk, pembinaan diarahkan kepada benda-benda yang lebih berorientasi kepada benda cenderamata, yang memiliki kriteria: bentuknya mungil, mencerminkan identitas tempat kunjungan, mudah dibawa dan harga tidak terlalu mahal (lebih kurang antara Rp 3000,- sampai dengan Rp 15.000,-).
Untuk tujuan ini telah dicobakan beberapa desain sebagai berikut: tempat lilin, asbak (motif hiasan jenis binatang), gentong kecil berdekorasi (tempel dan ukir), vas bunga gantung/duduk .



