Menurut Dr. Didiek Gunadi,APU, salah satu strategi yang paling tepat dalam meningkatkan produktivitas dan mutu adalah dengan mengkombinasikan teknologi maju dengan partisipasi karyawan yang lebih aktif dan keahlian yang lebih tinggi.
Demikian disampaikan oleh Dr. Didiek, yang juga Ketua Perhimpunan Masyarakat Penemu Indonesia dalam Perumusan Workshop Manajemen Inovasi di jakarta.
Ia juga mengemukakan pendapat Dr. Ir. Tjokorda yang mengatakan bahwa invensi adalah : upaya untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk memecahkan secara teknis persoalan yang dihadapi oleh manusia/masyarakat.
Sedang untuk pengertian inovasi ia angkat pendapat Nuning S. Barwah, bahwa Inovasi adalah : kegaitan yang membawa invensi ke pasar/komersialisasi . Keduanya penting untuk mendorong terbentuknya industri baru dan revitalisasi industri lama.
Beranjak dari pengertian inovasi dan invensi tadi, Dr. Didiek berpendapat kekayaaan intelektual adalah undustri penting dalam strategi modern untuk promosi dari inovasi dan invensi.
Selain itu pula, hal yang perlu kita perhatikan pula adalah keadaan kondisi industri nasional. Dari data yang ada di tahun 1997, keadaan industri kita adalah : 1) industri kecil sekitar 8,7%, industri RT (90,5%), industri sedang-besar berkisar antara 0,83%. Sedang penyerapan tenaga kerja : industri sedang -besar : 40.6%, industri kecil-RT (7,2, 5,1 3,9%).
Ia juga mengemukakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemacuan teknologi adalah dana riset. (negara maju umumnya 2%, sedang Indonesia :0,18%). Selain tentunya, juga keefektifan penggunaannya dari kebocoran-kebocoran tindak korupsi.
Sedang kenyataan yang ada, hasil riset LPD, LPND, dan perguruan tinggi kurang dimanfaatkan. Pada umumnya industri menggantungkan kegiatan produksi pada paket teknologi produksi berlisensi asing. Ini juga dapat dilihat dari indikator universal yang menggambarkan kemajuan teknologi suatu bangsa, yaitu tingkat perolehan paten. (Paten Indonesia baru 4%).
Sehingga akhirnya Didiek berkesimpulan :
Pengembangan inovasi domestik di Indonesia perlu dilandasi oleh strategi : dorongan ilmu pengetahuan dan tarikan pasar. Menurutnya, persyaratan yang harus dipenuhi dalam merangsang inovasi domestik antara lain : tersedianya dana riset yang memadai, proses penguatan kapasitas inovasi yang berkelanjutan (SDM, peralatan), terciptanya sistem insentif yang produktif dan komitmen politik dari pemerintah.
Menurutnya, pembangunan industri nasional diarahkan untuk mentransfomrasikan keunggulan kompetitif berbasis nilai tambah dan teknologi. Menurutnya, inovasi dapat dipacu melalui 2 strategi yaitu : science push (ilmu pengetahuan menyediakan dasar bagi pengembangan teknologi) dan market pull (tarikan pasar secara nbersama-sama).
Sedang menurutnya, proses inovasi teknologi berlangsung bila :
Tersedianya pengetahuan ilmiah, tingkat kematangan ilmu yang mendasari, jneis dan fase siklus hidup teknologi, tingkat investasi di bidang teknologi, tingkat komitmen politik, kemampuan memanfaatkan kemajuan teknologi yang terkait dan laju serta pola penyebarluasannya.



