Dari hasil studi proyek Periskop ( Proyek Evaluasi Riset Sains Teknologi untuk Pembangunan) – kerjasama antara KMNRT dan Kementrian Federal Pendidikan dan Riset Jerman (BMBF) menunjukkan bahwa proses transfer teknologi secara umum masih berlangsung walaupun kecil, di lain pihak Indonesia masih merupakan net technology importir (negara pengimpor teknologi).
Penelitian tentang studi ini dibatasi pada 10 daerah dengan melibatkan tim ahli dari Jerman dan Indonesia. Daerah yang dijadikan penelitian adalah : Bandung, Padang, Medan, Makassar, Manado, Yogyakarta/Klaten, Samarinda, Surabaya, Mataram dan Semarang.
Studi ini untuk melihat dua hal. Pertama, transfer teknologi di daeraha dan kajian terhadap tranfer teknologi dari negara luar (cross-border). Supplier nasional dan internasional, termasuk juga pelanggan – merupakan sumber dari teknologi itu sendiri pada UKM. Ke dua, transfer teknologi pada industri di bidang sumber daya alam banyak dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat, tetapi fungsi dari intermediari atau institusi untuk transfer teknologi, jarang digunakan.
Pada tranfer teknologi di daerah, interaksi yang terjadi antara pelaku usaha dan institusi training dan riset sebagai penunjang terlaksananya transfer teknologi berlangsung sedikit (kecil).Umumnya ini disebabkan oleh paradigma yang ada pada institusi riset dan training yang mempunyai oreantasi ke dalam daripada melihat kebutuhan di luar pada dunia usaha. Hal ini juga pengaruh dari pemerintahan lama – dimana masih dirasakan ketidakpercayaan dari dunia usaha terhadap badan-bedan pemerintah, termasuk didalamnya institusi riset dan training.
Untuk penilaian transfer teknologi cross-border atau internasional akan dilihat pada 4 tahap kajian pada kapasitas teknologi. Yaitu : kapasitas memiliki (acquisitive capability), pengoperasian (operational capability), penguasaan (adaptive capability) dan inovasi ( innovative capability).
Hasilnya secara umum, Indonesia berhasil memiliki kapasitas pengoperasian pada proses teknologi transfer. Tapi, para pekerja mempunyai sedikit kesempatan untuk mengembangkan kemampuan teknologi tersebut ke arah kepabilitas penguasaan. Untuk kapasitas inovasi, Indonesia masih belum berhasil untuk mencapai kapasitas inovasi.
Selain itu juga para pelaku usaha berhasil dalam meningkatkan kemampuan pada kapabilitas pengoperasian, namun sedikit pada penguasaan. Demikian hasil Periskop yang disampaikan oleh KMNRT



