Tim peneliti internasional berhasil menyelesaikan “sequencing” genome padi, demikian laporan Japan Times beberapa waktu lalu. Sebuah pencapaian yang dapat mengarah pada pengembangan padi varietas baru untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk varietas tahan hama dan penyakit. 

Takuji Sasaki, peneliti dari National Institute of Agrobiological Science sekaligus ketua tim Jepang dalam kolaborasi internasional tersebut, mengatakan Senin lalu, bahwa para peneliti dari 10 negara itu telah menyelesaikan pemetaan 370 juta dari 390 juta pasang gen, atau sekitar 95% dari genome dengan ketelitian mencapai 99.99%. 

Tim tersebut menyampaikan laporannya kepada Menteri Pertanian Jepang Yoshinobu Shimamura. 

Para pengamat mengungkapkan bahwa mereka berharap penelitian ini bisa menghasilkan identifikasi fungsi genetik yang berguna dan bermanfaat bagi perbaikan varietas tanaman dan peningkatan produksi pangan. 

Padi yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Nippon Bare, yang diperkirakan peneliti memiliki 40 000 gen. Namun demikian, hasil penelitian ini bisa pula digunakan untuk memproduksi jagung dan gandum varietas baru, karena adanya kesamaan pola dengan peta genetik padi. 

Jepang, yang sejak 1991 memimpin upaya pengungkapan kode genome padi ini, bertanggung jawab dalam mengkaji 6 dari 12 kromosom, ujar salah seorang anggota tim. 

Pada bulan Desember 2002, tim internasional ini mendeklarasikan pengungkapan kode genome setelah memetakan 92% dan melanjutkan proyek pemetaan sisanya. 

Para peneliti menyatakan bahwa mereka adalah yang pertama yang mampu mengungkap kode genome padi dengan ketelitian tinggi. Ditambahkannya, hasil penelitian itu memiliki margin kesalahan kurang dari 1/10 000. 

Tim internasional itu merupakan gabungan peneliti dari AS, Taiwan, Thailand, China, Korea Selatan, India, Perancis, Inggris, Brazil dan Jepang. Patut disayangkan, belum ada peneliti Indonesia yang berpartisipasi dalam tim ini.