Akhir pekan lalu di Jakarta digelar sebuah diskusi mengenai makanan berserat. Sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengannya ikut urun rembug. Bagi masyarakat awam diskusi ini perlu disimak agar tak terjebak dalam membedakan makanan berserat dengan suplemen makanan berserat.
Beberapa pakar yang ikut urun rembug dalam diskusi ini antara lain : Dr. Suharti K. Suherman, Kepala Bagian Farmakologi dan Terapeutik FKUI, dr. Frans D. Suyatna, Phd, SpFK (bagian Farmakologi FKUI), Dr. Lanny Lestiani, Msc, Bagian Ilmu Gizi FKUI, dan Sarwono Waspadji (Sub bagian Metabolik-Endokrinologi, bagian ilmu penyakit dalam RSCM/FKUI Jakarta).
Salah satu hasil kesimpulan dalam diskusi tersebut, makanan berserat mempunyai banyak fungsi. Salah satunya adalah melangsingkan tubuh. Menurut Dr. Lanny Lestiani, makanan berserat baik untuk menurunkan berat badan karena makanan berserat cenderung untuk mencegah konsumsi kalori yang berlebihan dan dapat memberikan rasa kenyang. Makanan berserat atau yang banyak mengandung serat itu banyak terdapat pada sayuran, buah dan sereal.
Sedang Dr. Suharti mengutip pakar farmakologi asal Swedia tahun 1984-1990 yang mengadakan penelitian tentang hubungan penyakit jantung koroner dan makanan berserat, terutama yang berasal dari sereal. Hasilnya, sereal ini lebih bias untuk menurunkan resiko penyakit jantung koroner.
Namun, untuk produk suplemen makanan berserat yang sudah diolah dan djual dalam bentuk instan – semua pakar dalam diskusi ini setuju bahwa bila produk suplemen makanan berserat bila tidak dikonsumsi dalam kondisi yang benar – bisa menimbulkan resiko.
dr. Frans D. Suyatna mengatakan, penambahan serat yang berlebihan dapat menimbulkan defisiensi nutrien , terutama pada bayi, anak, remaja dan wanita hamil.
Untuk melangsingkan tubuh pun, tak semuanya berhasil. Ada beberapa wanita yang mengkonsumsi makanan berserat justru kekurangan elektrolit karena zat penting untuk kelancaran fungsi tubuh ikut terbuang pada saat konsumen serat buang air besar. Akibatnya, bukan tubuh langsing malah masuk rumah sakit.
Jadi, para pakar intinya berpesan berhati-hati terhadap suplemen makanan berserat dan jangan mudah tergiur iklan.
Artikel terkait :
- Makanan Untuk Kesehatan Mata Mata adalah panca indera manusia yang sangat penting/esensial. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, kita tidak dapat...
- Oatmeal ikat Kolesterol Makanan yang satu ini memang kurang begitu populer dikalangan masyarakat indonesia. Bubur gandum atau oatmeal ini bukan sekedar sumber karbohifrat...
- Pakar Transgenik Inggris : Tidak Perlu Dikhawatirkan Penelitian terbaru yang dilakukan para pakar bioteknologi di Inggris dan didukung pemerintah Inngris, baru-baru ini menyimpulkan – bahwa tanaman hasil...
- Kompor Gas Berbahaya Bagi Penderita Asma Penderita Asma harus menghindari penggunaan kompor gas. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa penderita asma yang...



