Meski mendapat protes keras dari sejumlah LSM, PT Monagro Kimia tetap ja;an terus. Anak perusahaan PT Monsanto yang berpusat di Amerika Serikat ini akan mengembangkan penanaman kapas transgenik hingga 8000 hektar. Bahkan mereka juga akan mengembangkan jagung trasngenik. 

Menurut Coorporate Communication Manager PT Monagro Kimia, Tri Soekirman kepada wartawan di hotel Sedona, Makassar beberapa waktu lalu, perluasan areal akan mulai dilakukan memasuki musim tanam tahun ini. Optmisme ini didukung dengan dikeluarkannya SK. Mentan No.107/2001 dimana perusahaan ini boleh melakukan perpanjangan pelepasan terbatas kapas bollgard. 

Dengan terbitnya SK ini, kata Tri sebagaimana diberitakan Republika, Pt Monagro akan tersu melakukan uji multi lokasi, mengkaji dampak sosial ekonomi serta dampaknya terhadap organisme non target. 

Sementara untuk pelepasan terbatas di tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan belum ada perubahan. Ke tujuh lokasi yang dimaksud adalah : kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Bone, Soppeng dan Wajo. 

Menurut Budi Pranoto, Mnager PT Branita Mandiri, perusahaan rekanan Monsanto yang mensuplai bibit kapas transgenik, penanaman akan dilakukan dalam beberapa tahapan hingga mencapai 8000 hektar. Dengan areal seluas ini mereka kan berhubungan dengan sekitar 9.000- 10.000 petani. 

Presiden PT Monagro Kimia dalam siaran persnya menyatakan, pihaknya sangat gembira mengetahui mayoritas petani yang menanam kapas bollgard pada tahun pertama sudah bisa menikmati hasilnya. Menurutnya, dengan menanam kapas transgenik, petani secara otomatis telah mengurangi penggunaan pestisida. 

Belum lama ini, Monagro juga menyatakan akan mengembangkan jagung transgenik . Jagung ini disebut-sebut akan tahan terhadap herbisida RR (Roundup Ready. Makanya dinamakan jagung RR. Sam seperti kapas transgenik, pengembangbiakan jagung ini mendapat protes keras dari sejumlah LSM lingkungan. Mereka mensinyalir, produk transgenik tersebut baik kapas maupun jagung akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Para LSM yang menolak produk transgenik sejak awal antara YLKI, dan Konphalindo ( Konsorsium Nasional Untuk Pelestarian Hutan dan Alam Indonesia).

Pencarian artikel ini: