Banyak dari produk-produk pertanian Indonesia yang tidak lolos sensor di negara lain. Salah satu yang menjadi penghalangnya adalah masalah sertifikasi lingkungan atau yang lebih dikenal dengan istilah “ekolabel” Dan, kali ini pemerintah berkomitmen untuk mengatasinya.
Menurut Chandra Manan, Msc, Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan HKI dan Standarisasi KMNRT, tahun 2003 nanti Indonesia akan membangun sebuah laboratorium sertifikasi produk ekolabel . Tentu saja bila hal ini terwujud berarti keinginan pemerintah untuk segera “membersihkan” produk pertanian dari praktek tak ramah lingkungan tak lama lagi akan terwujud.
Laboratorium ini nantinya akan bertugas untuk memberikan tanda atau cap ekolabel bagi seluruh produk pertanian dalam arti luas, demikian penjelasan Chandra Manan di Jakarta.
Saat ini tak kurang dari 48 negara yang telah memberlakukan sistem standarisasi ekolabel. Dengan berlakunya sistem ini, berarti mereka tidak mau menerima produk tanpa memiliki sertifikat ¡Æekolabel¡Ç tersebut. Dan, hal ini tentu saja berdamapak pada produk-produk pertanian Indonesia bila tak memiliki laboratorium sertifikasi produk “ekolabel” Karenanya, penting sekali membangun laboratorium sertifikasi yang berdayaguna ini. Sehingga nantinya produk-produk Indonesia bisa diakui dan diterima masuk negara-negara lain.
Pembangunan laboratorium ini tak hanya melibatkan ristek, tapi juga melibatkan seluruh stake holder. Diantaranya BSN (Badan Standarisasi Nasional) dan LSM. Sedang untuk akreditasi sertifikat akan diberikan oleh KAN (komite Akreditasi Nasional).
Untuk perkiraan anggarannya, bila yang dibangun ada 10-maka biaya yang dikeluarkan dialokasikan sekitar 50 juta rupiah. Sementara pembangunan tiga lembaga sertifikasi dianggarkan dananya sekitar 40 juta rupiah.
Meski demikian, ini baru dana yang dianggarkan ristek. Masih ada dana tambahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Karena tentunya penyiapan dana pembuatan “ekolabel” ini juga bekerjasama dengan LH. Semoga, terwujud
Artikel terkait :
- Konsumen Pro Energi Alternatif Ramah Lingkungan Indah Suksmaningsih (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia-YLKI) mengungkapkan, ketika dilakukan survey mengenai konsumsi energi di DKI tahun 2002, diperoleh hasil :...
- Saatnya Indonesia Menerapkan Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (1) Kondisi Perikanan Dunia Ikan sebagai sumber makanan protein hewani tidak akan pernah terlepas dari seberapa besar tingkat konsumsi ikan dunia....
- Saatnya Indonesia Menerapkan Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (2) Polusi di Perairan Budidaya Usaha mencukupi kebutuhan produksi ikan dunia secara langsung berdampak pada meningkatnya usaha budidaya ikan intensif yang...
- Car Sharing, Alternatif Lain Mobilitas Ramah Lingkungan Masalah transportasi kota adalah masalah pelik. Ketergantungan terhadap mobil pribadi yang sangat tinggi menjadi salah satu inti dari masalah transportasi...
- Yang terlupakan dalam pembangunan Kerangka Dimensi Sosial dan Lingkungan Dengan menggunakan model perhitungan “untung-rugi” pembangunan, terbukti bahwa selama kurang lebih tiga puluh tahun ke belakang, pembangunan Indonesia ternyata sangat...



