Globalisasi dan pasar bebas menuntut kemampuan bersaing yang prima. Peningkatan daya saing agroindustri perlu memperhatikan tiga aspek utama, yaitu kualitas (quality), biaya (cost) dan penyampaian (delivery). Demikian dikatakan oleh DR Anas Miftah Fauzi, sebagai keynote speaker dalam acara “Agroindustri Talk Show”, Kamis 25 September 2003, bertempat di Auditorium Abdul Muis Nasution, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. 

Lebih lanjut Anas menjelaskan ketiga aspek diatas penting diperhatikan sebab produk pertanian memiliki karakteristik yang sangat khas, seperti mudah rusak (perishable), musiman (seasonal), kamba (bulky). Untuk itu, lanjut Anas, kelembagaan yang handal menjadi kunci utama keberhasilan agroindustri. 

Menurut Anas, yang juga seorang dosen di Jurusan Teknologi Industri Pertanian di FATETA IPB, kelembagaan yang cocok adalah dengan model kluster, yang dicirikan oleh adanya jaringan rantai nilai (penyediaan bahan baku sampai pasar), dan dukungan infrastruktur ekonomi, baik fisik (prasarana dan sarana transportasi, produksi, komunikasi dan pemasaran) maupun non-fisik (kebijakan). Untuk itu, ada empat kesetimbangan yang perlu dicapai dalam sistem klaster, yaitu kesetimbangan materi, finansial, sosial dan lingkungan. 

Bagaimana dengan KAbupaten Bogor ? Menurut Anas, kita dapat mengawalinya dengan optimalisasi Forum Orientasi Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk Pembangunan DAerah (FOPPTPD), yaitu dengan melibatkan semua komponen dalam rantai nilai (petani/penyedia bahan baku, pengolah, pedagang), penyedia jasa teknologi, pemasaran, pembiayaan, serta pengambil kebijakan. Dan FATETA, kata Anas, siap memberi dukungan jasa teknologi pertanian dengan kompetensi para ahli yang ada di FATETA.

Pencarian artikel ini: