Diakui oleh Pemkab Kebumen, bahwa pendekatan klaster dan UKM merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan upaya peningkatan diversifikasi pangan. Hal tersebut ditegaskan Dra. Rustriningsih, M.Si, Bupati Kebumen, dalam Lokakarya Nasional bertema “Diversifikasi Pangan Pokok Melalui Penguatan UKM Berbasis Teknologi”, di Ruang Komisi Utama Gedung II BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Acara tersebut diselenggarakan oleh RISTEK dan Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Institut Pertanian Bogor pada tanggal 28 Mei 2003 yang lalu, berkaitan dengan program RUSNAS (Riset Unggulan Strategis Nasional) di bidang pangan yang menjadi bagian dari agenda besar RISTEK beberapa tahun mendatang. 

Manfaat Pemberdayaan 

Lebih lanjut Rustriningsih mengatakan, dengan memberdayakan klaster dan UKM, manajemen pengolahan hasil produk pangan menjadi lebih baik, variasi hasil pangan menjadi lebih banyak, pengembangan teknologi pengolahan produk menjadi lebih dinamis serta distribusi produk pangan hilir menjadi lebih merata. 

Lebih lanjut ia mencontohkan daerah yang dipimpinnya, Kabupaten Kebumen. Katanya, pengusaha kecil dan menengah serta klaster di Kabupaten Kebumen berjumlah 25.552 buah atau 58,40% dari jumlah seluruh industri. Dengan luas wilayah 1.281.115 km2, Kebumen memiliki aset tanah sawah seluas 39.748 ha dan tanah kering 88.363,5 ha. Berbekal aset tersebut, salah satu kabupaten di Jawa Tengah ini pada tahun 2000 mampu memproduksi padi dan palawija 605.827,7 ton, ternak 4.832,478 ton, dan ikan 242,246 ton. Kondisi ini, menurut Rustriningsih, adalah potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah, baik aspek ketersediaan pangan hingga aspek diversifikasi pangan. Belum lagi jika bicara tentang pangan lokal yang cukup variatif, tambahnya, seperti : lanting, sate ayam Ambal, emping melinjo, emping jagung, jipang kacang, dan lain-lain. 

Dorongan Pemkab 

Lalu, apa yang dilakukan Pemkab Kebumen dalam program diversifikasi pangan pokok?. Rustriningsih berpendapat, keberhasilan pengembangan diversifikasi pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi yang handal, namun juga dukungan kelembagaan yang memadai, partisipasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. Nah, Pemkab Kebumen, lanjutnya, telah melakukan beberapa langkah penting untuk mendukung program ini, diantaranya dengan : 

  • Pembinaan, pelatihan serta dukungan pemodalan melalui program Pembinaan Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K) yang telah mengalokasikan dana Rp 3.831.121.000,00 untuk mendukung usaha kecil. 

 

  • Dukungan pemasaran melalui promosi di Radio Pemkab Kebumen “IN FM Go Kebumen”. 

 

  • Pembangunan pasar yang cukup modern untuk mendukung pemasaran, seperti di Gombong, Karanganyar, Kebumen, Kutowinangun dan Prembun. 

• Sarana promosi tingkat nasional melalui SCTV.