Paha ayam (drum steak) memang sempat membuat heboh. Apalagi, ketika diijinkan masuk ke Indonesia, baik secara legal ataupun ilegal. Terlepas dari pro kontra soal paha ayam, kali ini mewawancarai Dr. Luki Abdullah untuk membahas paha ayam ini dari sisi kesehatannya. 

Soal paha ayam ini menarik untuk dikaji. Kenapa? Karena hingga berita ini diturunkan, kita belum melihat sikap ketegasan pemerintah. Apakah melarang atau membiarkan saja hal ini berlalu hingga masyarakat pun tidak tahu pasti- apakah supermarket dan swalayan sudah dimasuki paha ayam impor itu atau tidak. Atau masyarakat kita pun sepertinya kurang peduli untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan. 

Namun, adalah suatu hal penting untuk mengetahui makanan yang kita konsumsi- tidak hanya label halalnya, namun juga bagaimana ditinjau dari sisi kesehatannya, mengingat produk bioteknologi amat berkembang pesat di negeri paman sam ini. Tak terkecuali di bidang produk peternakan. 

Nah, untuk memahami lebih jelas, berikut adalah pandangan-pandangan dari Dr. Luki Abdullah, Msc. Agr, dosen dari IPB bidang peternakan 

Seperti kita ketahui, paha ayam (drum steak) impor dari Amerika Serikat itu, umumnya lebih besar dari ayam negeri yang berasal dari Indonesia. Mengapa demikian?. 

Dr. Luki menjelaskan, mengenai paha ayam ini lebih besar ada dua kemungkinan penyebabnya. Pertama, memang benar ada hormon yang disuntikkan untuk mempercepat pertumbuhan ayam. Biasanya disuntikkan GH (growth hormon). Diantaranya : biotin dan peptida. Keduanya ini memang terbukti bisa mempercepat pertumbuhan dengan baik. Target growth hormon ini mempercepat pertumbuhan otot. Dan, seperti kita ketahui, penyuntikan itu biasanya dilakukan di sekitar paha. 

Bila benar penyuntikan ini menggunakan GH, hal ini sangat fatal akibatnya bagi konsumen. Karena residunya akan mempengaruhi kesehatan manusia. Bahkan, bila hormon yang digunakannya adalah hormon reproduksi, maka ini sangat serius dampaknya bagi kesehatan manusia, terutama ibu hamil. 

Ke dua, setelah era silicon valley sebagai simbol kejayaan IT, bioteknologi adalah jawaban masalah ekonomi. Produk-produk bioteknologi telah banyak mengubah sumber daya biologis menjadi lebih efisien melalui transgenik dan kloning. Untuk hal ini, USA telah berhasil melakukan perekayasaan pada berbagai jenis komoditi, termasuk ayam. Berdasarkan asumsi ini, Luki mengkhawatirkan ayam yang diimpor adalah produk GM (Genetically Modified) chiken atau produk transgenik. 

Alasana lainnya, kenapa mereka lebih memilih dada ayam ketimbang paha ayam?. 

Sebagaimana kita ketahui, paha ayam adalah organ yang bergerak. Sehingga myofibrilnya (serat otot) lebih kuat dibanding dada. Sebenarnya, organ yang lebih beresiko untuk dikonsumsi adalah kulit, jeroan (terutama hati), leher dan otak. Pengaruhnya secara ilmiah pada kesehatan memang belum ada. 

Namun, bila ditelaah secara fa’ali – paha adalah otot yang paling aktif bergerak. Logikanya, kebutuhan metabolismenya tentu memerlukan masukan berupa energi, nutrien, enzym dan protein regulator yang lebih banyak dibanding organ lain. Termasuk GH tadi. Sehingga tidak menutupi kemungkinan akan terdapat residu yang lebih tinggi di bagian paha. 

Hal lain yang perlu dipertimbangkan, Islamic Center di sana memberi sertifikat halal. Masalahnya, apakah hal ini bisa terus diawasi seterusnya. Kecuali bila Islamic Center itu sendiri yang melakukan pemotongan.Apalagi, di sana masalah pemotongan hewan amat ketat. 

Tentang pengiriman paha ayam dari Amerika Serikat ke Indonesia tidak menjadi masalah selama suhunya lebih rendah atau sama dengan 20 derajat. Yang jadi masalah, ketika permindahan mendadak dari suhu beku/dingin ke suhu refrigerator ( 4 derajat) yang menyebabkan temperatur shock. Ini berakibat pada kerusakan protein (denaturasi) dan mengundang mikroorganisme untuk aktif. Jadi, tentu saja ayam segar lebih baik dari ayam beku. 

Ada sedikit himbauan dari sang doktor ahli peternakan ini agar kita mengkonsumsi ayam kampung. Kenapa?. Selain dagingnya lebih enak ayam kampung, tentunya akan lebih memberdayakan ekonomi rakyat yang umumnya tinggal di pedesaan. 

Jadi, demikian banyak hal yang perlu kita ketahui tentang ayam impor ini yang ternyata mengundang banyak resiko kesehatan. Bagaimana pun mencegah sakit lebih baik dari menyembuhkan. Bagaimana anda setuju?.

Pencarian artikel ini: