Bawang putih (Allium sativum) telah lama digunakan sebagai salah satu bumbu masakan oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat lainnya di berbagai belahan dunia karena aromanya yang khas. Akhir-akhir ini penggunaan bawang putih tidak hanya sebagai bahan penyedap rasa, tetapi digunakan juga sebagai salah satu bahan yang dapat memberikan efek kesehatan. Lebih dari 1000 publikasi hasil penelitian dalam satu dekade terakhir ini menunjukkan bahwa bawang putih merupakan salah satu bahan pangan terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit. 

Pada bulan April 2005 diadakan International Research Symposium di Universitas Georgetown USA dengan tema “Pengaruh Bawang Putih dan Komponen-komponennya Terhadap Penyakit Kanker dan Kardiovaskuler”. Ajang ini diikuti oleh para peneliti bawang putih di seluruh dunia. Temuan-temuan baru manfaat bawang putih sebagai obat didiskusikan dengan menarik pada forum ini. Sebagian dari temuan-temuan tersebut dan beberapa paper review forum ini telah dipublikan di Journal of Nutrition edisi Maret 2006.

Komponen bioaktif dari suatu bahan pangan memegang peranan penting dalam memberikan efek kesehatan. Komponen aktif yang terdapat pada bahan tanaman dikenal dengan istilah fitokimia. Pengertian fitokimia adalah suatu bahan dari tanaman (phytos = tanaman), yang dapat memberikan fungsi-fungsi fisiologis untuk pencegahan penyakit. Bahan yang dimaksud adalah senyawa kimia (chemical = kimia) berupa komponen bioaktif yang dapat digunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit. 

Karena banyaknya komponen-komponen yang terkandung di dalam bawang putih menyebabkan metode persiapan dan ekstraksi (lama dan metode ekstraksi serta jenis pelarut) memegang peranan penting untuk mendapatkan komponen bioaktif dari bawang putih. Pelarut (solvent) yang sering digunakan adalah ethanol, methanol, aseton, dan air atau kombinasinya. Komponen-komponen bioaktif yang terdapat di bawang putih bekerja secara sinergis satu sama lain untuk menimbulkan efek kesehatan.

Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlahnya. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan alisin. Sama seperti senyawa fenolik lainnya, alisin mempunyai fungsi fisiologis yang sangat luas, termasuk diantaranya adalah antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan tekanan darah, dan dapat menurunkan kolesterol darah. Data epidemiologis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsumsi bawang putih dengan penurunan penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis (penumpukan lemak), jantung koroner, dan hipertensi. 

Penurunan kolesterol darah disebabkan terhambatnya beberapa enzim yang berkaitan dengan pembentukan kolesterol, salah satunya adalah 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMGCR). Penurunan tekanan darah disebabkan oleh terhambatnya aktivitas angiotensin I-converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab terjadinya peningkatan tekanan darah. Sebagai antioksidan bawang putih sangat efektif sebagai komponen yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas baik secara invitro maupun invivo.

Riset pasar yang dilakukan oleh Clute pada tahun 2004, menyebutkan bahwa bawang putih adalah suplemen utama rempah-rempah yang dikonsumsi oleh keluarga di USA. Beberapa produk bawang putih yang telah dikomersialkan adalah garlic essential oilgarlic oil macerated oil,garlic powder, dan age garlic extract (AGE). 

Diantara beberapa bentuk komersial tersebut, AGE adalah produk dari hasil ektraksi bawang putih dengan komponen bioaktif lebih besar dibandingkan dengan produk-produk lainnya. Metode ektraksi sederhana menggunakan H2O (air) sebagai pelarut beberapa komponen bioaktif dapat diperoleh dari produk ini seperti S-methyl-L-cysteine (SMC), saponin, dan beberapa komponen oil-soluble sulfur. Uji klinis AGE rentang dosis 1-7,2 gram per hari mampu menurunkan kolesterol darah pada manusia dan rentang dosis 1,8-10 gram per hari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada uji klinis lainnya produk AGE tidak mempunyai efek toksik jika dikonsumsi berlebihan. 

Dalam kehidupan sehari-hari, menurut hemat penulis mengkonsumsi bawang putih mentah akan sangat bermanfaat. Tanpa harus membeli produk komersial seperti disampaikan diatas, mengkonsumsi bawang putih mentah akan sama baiknya dengan mengkonsumsi produk komersial. Dengan satu siung bawang putih per hari, manfaat kesehatan akan kita peroleh. 

Untuk para pekerja dan eksekutif dengan mobilitas tinggi, merupakan pilihan bijak mengkonsumsi bawang putih yang telah disiapkan dalam bentuk kapsul atau tablet dimana setiap saat dapat dikonsumsi.

Pencarian artikel ini: