Apa jadinya jika kutub utara dan kutub selatan es-nya mencair ?. Apakah hal tersebut dapat mempengaruhi semua benua yang ada di bumi ini ?. Pernahkan terpikirkan didalam benak Anda, dunia ini akan tenggelam karena es yang membeku selama ribuan tahun di kutub utara dan selatan mencair karena iklim yang begitu panasnya???.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui satelit, para ilmuwan memperkirakan luas lapisan sekarang di laut arktik adalah yang tersempit. Dari pengamatan tersebut, peneliti kawakan Eddie Grubbern menyaksikan es yang meleleh semakin luas per dekade. Pengamatan dilakukan sekitar 2.414 kilometer di utara Seattle, AS. Akhir pekan lalu, tepi es tinggal berjarak 128 kilometer menjorok ke laut dan menurut Gruben (89 tahun), 40 tahun lalu, tepi es menjorok 64 kilometer lebih jauh ke laut.

Rata-rata temperatur global naik 0,6 derajat celsius pada abad lalu, tetapi suhu Arktik naik jauh lebih cepat. Pada akhir Juli lalu, suhu naik hingga 30 derajat celsius. “Airnya amat hangat, anak-anak bisa berenang di laut,” ujar Gruben.

Daerah tersebut merupakan permukiman suku Inuvialuit—sebutan untuk bangsa Eskimo Arktik bagian barat. Kamis (6/8), Pusat Data Nasional AS untuk Salju dan Es menyebutkan, sekitar 106.000 kilometer persegi es meleleh pada suatu hari bulan Juli. Ini ekuivalen dengan luas Indiana. Tingkat melelehnya es ini sama dengan peristiwa Juli 2007.

Dari laporan kantor meteorologi di Colorado, kondisi atmosfer sekarang mirip dengan tahun 2007 yang ditandai dengan langit yang amat cerah. Ketika itu, es di Laut Beaufort di utara Arktik juga meleleh.

Jika kita lirik kembali 2 tahun yang lalu, pada September 2007 telah dilakukan pengukuran yang didapatkan hasil bahwa lapisan es di Arktik hanya seluas 4,13 kilometer persegi atau turun dari 5,3 kilometer persegi dari setahun sebelumnya. Artinya, lapisan es yang hilang mencapai 1,17 kilometer persegi. Luas Pulau Jawa sendiri sekitar 130.000 kilometer persegi.

Hampir seluruh wilayah Arktik mengalami pengurangan terus-menerus. Dalam 20 tahun terakhir, sudah 40 persen lapisan yang meleleh dengan rata-rata dari 1,5 meter hingga tiga meter.

Kenaikan suhu atmosfer yang membuat musim panas lebih menyengat menjadi biang semakain cepatnya pelelahan lapisan es di Arktik. Para peneliti mencatat suhu udara sudah mencapai 10 derajat Celcius pada ketinggian antara 500 hingga 1000 meter.

Itulah keadaan yang diamati pada belahan dunia di kutub utara. Lalu bagaimana dengan keadaan es yang berada di kutub selatan?. Jika semua es yang membeku selama ribuan tahun tersebut mencair pada akhirnya, apakah semua daratan akan menyatu kembali seperti ribuan tahun yang lalu. Atau, tidak akan ada daratan lagi karena telah tenggelam oleh es yang mencari di kedua kutub tersebut ?

Untuk saat ini, kita belum mengetahui pasti jawaban dari pertanyaan tersebut. Tapi mungkin saja hal tersebut dapat terjadi. Atau bahkan tidak akan terjadi. Semua daratan tidak akan menyatu, malah akan ditenggelamkan oleh banyaknya air yang ditumpahkan dari es yang mencair dari belahan kutub utara dan kutub selatan. Apakah masih ada kehidupan dibumi ini?. Lalu, apakah ada penanggulangan dari peristiwa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang ini?.

Saat ini yang hanya bisa kita lakukan untuk menjaga bumi kita adalah dengan melakukan penghijauan. Tidak melakukan penebangan hutan secara liar. Tidak membuang sampah sembarangan. Dan hal-hal lainnya. Walaupun pencegahan tersebut terlihat kecil didepan mata. Namun sangat berharga nilainya. Karena sesuatu yang dimulai dari hal-hal yang kecil. Dapat membuahkan hasil yang begitu besar. Mari kita selamatkan bumi kita.

Sumber :

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/12/07564890/puluhan.ribu.kilometer.persegi.es.arktik.meleleh

http://sains.kompas.com/read/xml/2008/01/24/22012080/kutub.utara.kehilangan.es.seluas.10.kali.pulau.jaw

Pencarian artikel ini: