Seperti yang kita tahu, gurun atau sahara hanya terdapat di beberapa wilayah seperti di Afrika Utara dan Selatan, Timur Tengah, Asia (China dan Iran), di Benua amerika (Utara dan Selatan) dan negeri kanguru Australia. Namun di eropa sulit dipercaya jika benua tersebut juga mempunyai sahara, Tepatnya di Polandia. Gurun yang terletak di selatan polandia, tepatnya di Pustynia Bledowska merupakan sahara terbesar di Eropa, dengan julukan ” only natural desert in Europe”.

Sahara ini terletak di pebukitan di antara Slaska and Olkuska di Propinsi Slaskie.Bukan tanggung-tanggung, gurun pasir yang disebut juga sebagai “the Polish Sahara” ini ternyata cukup luas, kurang lebih 32 km persegi, berdimensi sekitar 9 km x 3-4 km, dengan ketebalan pasir antara 40-70 meter.

Ukuran ini tentu sangat mini jika dibandingkan dengan gurun pasir atau sahara yang terdapat di benua-benua lainnya seperti di Afrika Utara yang mencapai 9 juta km persegi.Konon, padang pasir alamiah Polandia ini menyita tempat seluas 150 km persegi, kemudian menciut menjadi 80 km2 pada abad ke-13 dan menciut terus hingga kini luasnya tersisa menjadi 32 km2.

Menurut sejarahnya, penduduk di sekitar wilayah ini awalnya menanam pohon-pohon sejenis Caspian willow untuk menahan pasir agar tidak beterbangan pada saat angin kencang, bahkan adakalanya badai pasir (sandstorms). Tetapi ternyata jenis pohon ini tumbuh dengan subur mengikis perbukitan pasir pada kawasan yang lebih tinggi.

Pencarian biji besi, perak, dan batubara pada abad pertengahan pada masa lalu telah mendorong tumbuhnya industri pertambangan, dan selanjutnya pemukiman di sekitar sahara itu.

Kebutuhan bahan makanan selanjutnya mendorong pertanian yang mengepung sahara itu. Proses penghijauan yang berkembang itu pula yang menjadi kecemasan rakyat Polandia bahwa tanpa upaya konservasi maka sahara ini akan lenyap. Kini, seluas 85 persen permukaan sahara telah dipenuhi tumbuhan yang mengancam punahnya padang pasir ini.

Sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak untuk memelihara padang pasir ini, menyebut dirinya “Polish Sahara Association”, aktif menggalang dana demi mempertahankan padang pasir ini. “Bila tidak dilakukan langkah-langkah penyelamatan, maka sahara kebanggaan rakyat Polandia ini pun terancam punah,” ujar seorang aktivis lingkungan Polandia.

Pada era penghijauan dan kecemasan terhadap peningkatan pemanasan global, sepertinya upaya para naturalis Eropa berjalan dengan logika terbalik.

Pustynia Bledowska, seperti disebut orang Polandia menyebut sang sahara, memang memesona. Pasir halus di sana mengandung quartz bermutu tinggi, dan di sekitarnya terdapat batu karang dan fosil-fosil peninggalan zaman Jurassic.
Menurut orang di sana, bila hujan turun maka petir menyambar ke arah kawasan yang mengandung mineral, dengan sendirinya mengundang listrik, menghunjam bumi, dan menimbulkan percikan dari segala penjuru. Ini menjadi tontonan menarik.

Berada di bukit-bukit pasir di sana memang serasa berada di pantai. Pasirnya pun sama seperti yang terdapat di pantai. Ada juga turis lokal yang berjemuran di terik matahari di sana, sementara pengunjung lainnya tak lama mulai bermunculan lengkap dengan kamera untuk mengabadikan tempat unik ini.Menurut kisah, lautan pasir di sana berasal dari air laut yang mencair dari berbagai lautan pada zaman glacial, mencairnya es dari kutub puluhan ribu tahun yang lalu, dan mengalir ke lembah Przemsza.

Pasir lautan pun mengendap di sana. Setelah pemanasan global yang dimulai kira-kira 10 ribu tahun yang lalu, mulailah kawasan itu ditumbuhi pepohonan, terus berkembang sampai abad ke-13. Berbeda dengan sahara-sahara di belahan bumi lainnya yang selalu mengalahkan proses penghijauan buatan manusia, Pustynia Bledowska yang berada di iklim Eropa, dengan curah hujan yang cukup alam melakukan penghijauan sendiri.

Jika proses alamiah ini dibiarkan berlanjut, maka diprediksi tidak lama lagi sang sahara pun lenyap. Maka, para ahli pun dengan dana terbatas bekerja untuk memulihkan sang sahara dan paling tidak mempertahankannya pada tingkat sekarang.

Sekitar tahun 1950-1960-an masyarakat masih bisa menyaksikan beberapa karakter padang pasir, seperti fatamorgana, padang rumput (pasture), badai pasir (sandstorms), dan bukit pasir di pantai (dunes). Kini kawasan pinus di belahan barat merambah cepat. Itu sebabnya, ketika memasuki wilayah ini dari sudut timur hampir tidak terlihat bekas-bekas sahara karena sangat hijau.

Snow on Sahara

Pustynia Bledowska merupakan gurun yang unik, jika di wilayah Polandia sedang musim dingin dan tertutup salju,maka sahara ini pun akan tertutup salju. Selain itu gurun ini merupakan gurun yang hijau. sangat kontrakdiktif dengan sahara- sahara di benua lain. Terdapat lebih kurang lebih 350 jenis tumbuhan dan 150 jenis serangga dan burung.

Dan gurun ini pun pernah digunakan sebagai markas tempur pada perang dunia II oleh pasukan jerman dari satuan Afrika Korps. Sesekali digunakan oleh Pasukan Opersai Perdamaian (peace-keeping) Polandia.

sumber :republika.co.id

Pencarian artikel ini: