Hal ini diungkapkan oleh UNEP (Badan PBB untuk program lingkungan) yang diumumkan di Nairobi, sabtu kemarin (3/2). 

Hal ini diungkapkan UNEP dalam sebuah laporannya , dimana untuk mengatasi efek dari pemanasan global pada 50 tahun mendatang memerlukan dana sekitar 300 miliar dolar AS. 

Itu artinya dalam satu hari akan terjadi peningkatan pengeluaran dana sebesar 750 persen. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya kualitas efek yang ditimbulkan oleh emisi gas rumah kaca. 

Menurut data yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan asuransi Jerman, Munic Re, kandungan karbondioksida meningkat dua kali lebih besar di tahun 2050 . 

Menurut laporan UNEP, pemanasan global bisa menghabiskan dana dunia beberapa milyar dolar dalam satu tahun, kecuali bila dilakukan upaya penting untuk menghentikan emisi dari karbondioksida dan gas-gas sejenisnya yang bisa mengakibatkan efek rumah kaca. 

Dampak efek rumah kaca ini di masa depan akan besar. Dunia akan kehilangan lahan akibat mencairnya es di kutub dan meningginya paras laut. Stok ikan akan mengalami kehancuran, pertanian dan persediaan air akan terganggu. Bila semua ini di hitung secara kasar, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 304.2 milyar dolar. 

Menurut Klaus Toepfer, Direktur Eksekutif UNEP, mengurangi saja tidak cukup, menurutnya kita harus bekerja untuk menghapuskan emisi gas rumah kaca. 

Menurutnya, kerusakan ini umumnya disebabkan oleh kegiatan industri yang terus berkembang. 

Ia juga berpendapat perlunya membantu negara-negara yang sedang berkembang agar bisa beradaptasi terhadap dampak kenaikan suhu global. 

Sementara sebuah studi yang dilakukan oleh ribuan ilmuwan melaporkan bahwa tahun ini ada kenaikan suhu rata-rata suhu dunia antara 1.4 sampai 5.8 derajat celcius Nampaknya demikian serius masalah yang dihadapi, sehingga sekitar 100 menteri lingkungan hadir dalam konferensi ke- 21 UNEP di Nairobi, 5-9 Februari ini.

Pencarian artikel ini: