Indah Suksmaningsih (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia-YLKI) mengungkapkan, ketika dilakukan survey mengenai konsumsi energi di DKI tahun 2002, diperoleh hasil : 12,9% responden ternyata mengetahui bahwa sumber energi tidak terbarukan terbatas jumlahnya dan sekitar 50,75% responden mengetahui produk yang menggunakan energi alternatif (dengan contoh pemanas air dari energi matahari). Artinya, isu energi alternatif sudah bukan barang aneh atau hal yang asing bagi sebagian besar konsumen DKI.
Kesediaan Konsumen
Dalam seminar sehari bertajuk “Prospek Energi Alternatif Ramah Lingkungan”, pada 17 Juni 2003 lalu di BPPT, Indah juga mengungkap dukungan konsumen terhadap penghematan energi. Mengacu hasil survey, kata Indah, 87,1% responden bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang lebih hemat energi dan ada 64,2% responden yang menyatakan bahwa program pemerintah yang paling baik untuk menghemat energi adalah dengan pengembangan energi alternatif.
Dengan demikian, menurut Indah, energi alternatif yang saat ini sedang diupayakan secara serius oleh pihak pemerintah, cukup prospektif bagi konsumen. Apa alasannya ?. Bagi Indah, energi alternatif sangat prospektif bagi konsumen karena beberapa sebab, yaitu :
:> terdapat ancaman kontinuitas energi listrik dari PLN;
:> fakta bahwa pada tahun 2003 PERTAMINA telah menjadi net-importer untuk bahan bakar minyak (BBM), sementara itu, ketersediaan BBM di Indonesia tinggal 10-20 tahun lagi dan gas bumi hanya untuk 30 tahun lagi;
:> fakta bahwa beban biaya kesehatan, lingkungan dan sosial akibat energi yang mencemari lingkungan sangat tinggi;
:> fakta bahwa terdapat banyak penelitian di perguruan tinggi yang menunjukkan tingkat feasibility energi alternatif (salah satunya adalah yang dilakukan oleh Pusat Energi Alternatif UGM yang menunjukkan penggunaan energi alternatif matahari dapat dilakukan dengan skala investasi mulai dari 5 juta rupiah).
Prasyarat dari konsumen
Meski demikian, Indah mengajukan 5 syarat penting yang harus dipenuhi untuk pemanfaatan energi alternatif :
>>technical feasibility : energi alternatif harus aman bagi konsumen (penggunanya), secara teknsi pemanfaatan energi tersebut harus dapat dilakukan oleh masyarakat luas, harus ada standarisasi dan sertifikasi segala hal yang menyangkut pemanfaatan energi tersebut;
>>economic and financial possibilities : berapa investasinya ? berapa biaya operasional-nya?, analisis benefit anda cost ratio ?, kontinyuitas persediaan dan keberlanjutannya ?;
>>political viability : dalam kondisi sekarang apakah mungkin diaplikasikan ?, regulasi ?, pelibatan masyarakat dalam mekanisme pengambilan keputusan ?, siapa yang boleh mengadakan dan memanfaatkan energi tersebut ?;
>>administrative operatibility : bagaimana perijinan dan pengoperasian energi tersebut ?, apakah secara administrasi mekanisme/aturan pemanfaatn energi tersebut dapat diterapkan ?, siapa yang mengawasi dan bagaimana mekanisme kontrol masyarakat ?;
>>social acceptability : siapa saja dan kelompok mana saja yang dapat dan diberi ijin memanfaatkan energi tersebut ?, apakah dapat diakses oleh masyarakat umum ?, apakah tidak menimbulkan damapak dan social cost yang lebih besar ?.
Optimalisasi keberadaan konsumen
Konsumen mulai sekarang harus mempersiapkan dirinya untuk lebih aktif dalam memperhatikan permasalahan pelayanan publik. Terkait dengan energi alternatif, Indah menegaskan konsumen harus memainkan 3 peran, yakni sebagai informan, sebagai evaluator dan sebagai penentu.
Nah, ketiga peran tersebut dapat diakselerasi tingkat keoptimalannya dengan cara konsumen langsung bisa merasakan keuntungannya, misal pada fungsi kesehatan dan kenyamanan, serta adanya penghematan pengeluaran rumah tangga atau industri.
Artikel terkait :
- Car Sharing, Alternatif Lain Mobilitas Ramah Lingkungan Masalah transportasi kota adalah masalah pelik. Ketergantungan terhadap mobil pribadi yang sangat tinggi menjadi salah satu inti dari masalah transportasi...
- Mengamati Peluang Penggunaan Gas Hidrat Sebagai Energi Alternatif Abad-21 (1) Di tengah ramainya pembicaraan mengenai tingginya harga bahan bakar minyak dan upaya setiap negara untuk mencari energi alternatif pengganti BBM,...
- Saatnya Indonesia Menerapkan Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (2) Polusi di Perairan Budidaya Usaha mencukupi kebutuhan produksi ikan dunia secara langsung berdampak pada meningkatnya usaha budidaya ikan intensif yang...
- Bioethanol, Alternatif Energi Terbarukan: Kajian Prestasi Mesin dan Implementasi di Lapangan Kontinuitas penggunaan bahan bakar fosil (fossil fuel) memunculkan – paling sedikit ・dua ancaman serius: (1) faktor ekonomi, berupa jaminan ketersediaan...
- Laboratorium Sertifikasi Untuk Ramah Lingkungan Banyak dari produk-produk pertanian Indonesia yang tidak lolos sensor di negara lain. Salah satu yang menjadi penghalangnya adalah masalah sertifikasi...



