Menurut suatu studi yang dipublikasikan pada terbitan British Medical Journal edisi 21 April mengungkapkan bahwa merokok bisa menjadi momok penyebab penyakit dementia atau alzheimer pada usia lanjut kaum pria perokok. Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang umumnya menyerang otak pada orang berusia lanjut yang di Amerika Serikat penderitanya berjumlah jutaan kasus. Gejala Alzheimer ditunjukkan pada penurunan drastis pada proses berfikir, mengingat, dan ketidakstabilan perasaan (mood). Sedang dementia juga gangguan atau symptom penyakit degeratif yang menyerang daya pikir dan kemampuan mengingat penderita.Para peneliti dari Radcliffe Infirmary Universitas Oxford di Inggris menyimpulkan hasil riset tersebut berdasar analisa data sejumlah 34.000 pria perokok di Inggris dengan pengamatan seksama yang dilaksanakan secara berkesinambungan sejak tahun 1951.
Pada tahun 1988 sekitar 24.000 dari orang yang tengah diteliti itu telah meninggal dunia. Dari total orang yang telah meninggal tersebut pada catatan medis terungkap 483 atau sekitar 2% diantaranya meninggal atas sebab dementia. Sementara 473 orang lainnya meninggal setelah mengidap penyakit Alzheimer yang gejalanya muncul dengan nyata sekitar satu dekade menjelang saat kematiannya. Namun perihal kasus Alzheimer ini para peneliti menyatakan bahwa tingginya angka kematian akibat sakit Alzheimer ini relatif sama antara para perokok maupun bagi pria yang bukan perokok untuk batasan dan kurun pengamatan yang sama. Hasil penelitian Universitas Oxford ini saling menguatkan dengan riset Institute of Public Health Universitas Cambridge yang mengungkapkan bahwa konsumsi nikotin ternyata akan lebih meningkatkan efek yang merugikan bagi otak maupun kesehatan jantung. Dengan demikian kedua team peneliti sama-sama membantah sejumlah riset terdahulu yang menyatakan bahwa nikotin seolah-olah memberikan efek yang menguntungkan dalam hal mencegah resiko penyakit degeneratif karena faktor penuaan, seperti Alzheimer maupun dementia.
WHO memprakiraan jumlah orang yang meninggal oleh karena sakit yang disebabkan merokok pada tahun 2025 y.a.d di seluruh dunia akan mencapai rata-rata 10 juta jiwa per tahun. Korban di negara berkembang adalah 70% dari jumlah itu. Penyakit yang telah lama dikenal sebagai akibat kebiasaan merokok yaitu penyakit paru-paru dan jantung. Bagi Anda perokok yang lalu bertekad ingin berhenti merokok saat ini juga, ada baiknya menyimak kampanye Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) bertajuk “Quit & Win” yang memberikan hadiah sejumlah ratusan sampai ribuan dollar AS bagi perokok yang berhasil menghentikan kebiasaan merugikan itu. Kampanye tahap pertama dimulai dalam kurun waktu terbatas yakni dimulai sejak 1 Mei sampai 31 Mei. Tanggal 31 Mei sejak tahun y.l. dijadikan WHO sebagai “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” (World No Tobacco Day). Pemenang lomba berhenti merokok yang berlaku di hampir seluruh dunia termasuk Indonesia akan ditetapkan pada tanggal 29 Agustus 2000 di Hannover, Jerman.



