Ngemil (snacking) atau makan kudapan disela –sela makan utama. Biasanya dilakukan di waktu senggang atau sambil bekerja memang dapat menbuat badan gemuk bahkan kegemukan (obesitas). Hal tersebut dikarenakan kebanyakan kudapan yang dikonsumsi masyrakat kebanyakan mengandung kalori yang tinggi, karbohidrat dan lemak. Ada juga cemilan yang mengandung MSG yang membuat ketagihan serta memicu penyakit berbahaya seperti hipertensi dan kardiovaskuler.

Ahli teknologi pangan dan gizi Departemen Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. DR. Made Astawan mengatakan, makanan kudapan menyumbang 80% asupan gizi dalam tubuh. Namun, Astawan menginngatkan masyarakat untuk memilih cemilan yang sehat.

Pada penelitiannya terhadap cemilan yang beredar di tengah masyarakat Indonesia, Astawan dan rekan-rekannya memfokuskan pada uji Indeks Glikemik (IG) di beberapa jenis camilan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Astawan menguji nilai IG pada camilan biskuit berbasis tepung terigu, snack bar berbasis tepung kedelai dan buah-buahan kering, camilan berbasis coklat, dan camilan berbasis tepung terigu dan coklat.

Dari hasil penelitiannya, Astawan mengelompokan camilan tersebut berdasarkan nilai IG, menjadi tiga kelompok, yaitu pangan dengan IG rendah (kurang dari 55), IG sedang (antara 50-70) dan IG tinggi (lebih dari 70).

Camilan yang memiliki nilai IG rendah tidak memiliki dampak negatif dan dapat menurunkan resiko berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, diabetes dan kegemukan atau obesitas. IG, dijelaskan Astawan adalah istilah pemberian peringkat bahan pangan dari 0-100 berdasarkan kemampuannya untuk menaikkan kadar gula darah tubuh setelah mengkonsumsi bahan pangan berkarbohidrat.

“Suatu bahan pangan dengan cepat menaikan kadar gula darah sesaat setelah dikonsumsi berarti memiliki nilai IG tinggi, sebaliknya bahan pangan yang lambat menaikan kadar gula darah setelah dikonsumsi memiliki IG rendah,” jelas Astawan.

Camilan dengan nilai IG rendah dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama lama sehingga rasa ingin makan pun menghilang. Selain itu camilan dengan nilai IG rendah baik untuk kesehatan penderita diabetes karena dapat membantu megontrol gula darah dan meningkatkan sensitifitas insulin.

Pada penelitiannya, Astawan melibatkan 10 orang dengan diabetes dan 10 orang sehat. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan setiap sukarelawan 50 gr masing masing empat camilan berkarbohidrat kemudian dialkuakn tes kontrol gula darah per 30 menit.
Hasil yang didapat adalah snack bar berbasis tepung kedelai dan buah-buahan dan coklat bar ternyata memiliki nilai IG rendah yaitu kurang dari 55. Sedangkan biskuit, wafer coklat pada level IG sedang dan tinggi.

“Makanan dengan bahan baku tinggi serat, tinggi protein, rendah lemak dan daya cerna pati yang rendah memiliki nilai IG rendah. Camilan inilah, yang baik untuk kesehatan meski dikonsumsi sesering mungkin,” imbuh Astawan.

Pada snack berbasis tepung kedelai dan buah-buahan rendahnya nilai IG dikarenakan bahan dasar tepung kedelai memiliki protein tinggi dan rendah lemak. Selain itu daya cerna pati yang rendah membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sedangkan serat yang berasal dari buah-buahan dapat membantu memperlancar buang air besar.

Sedangkan pada coklat, rendahnya nilai IG didapat karena cokelat memiliki kadar lemak tinggi. Dikatakan Astawan tingginya kadar lemak pada suatu makanan dapat menurunkan nilai IG. Namun, tentunya tingginya kadar lemak dapat menyumbang kegemukan pada tubuh jika dikonsumsi terlalu sering.
Cemilan yang baik adalah cemilan bernilai IG rendah. Seperti apa misalnya? Cemilan yang baik harus memiliki kadar serat, protein dan vitamin yang cukup. Jadi bagi anda yang suka ngemil jangan khawatir akan mengalami kegemukan karena dengan memilih kudapan yang sehat, kesehatan tubuh anda juga terjaga.

Sumber :republikaonline.com

Pencarian artikel ini: