REUTERS HEALTH melaporkan bahwa sekelompok ilmuwan dari Boston berhasil membuat vaksin anthrax duo-aksi yang secara simultan mampu melindungi tubuh dari dua serangan : serangan bakteri penyebab anthrax (Bacillus anhtracis) dan serangan racun yang dihasilkan olehnya. 

Sebagaimana diketahui, penyakit anthrax disebabkan oleh penggandaan tak terkendali dari bacillus anthracis dan keluarnya racun pada saat yang bersamaan. “Keunikan vaksin kami adalah ia dapat menyerang kedua komponen penyebab penyakit anthrax tersebut,” kata Dr.Julia A.Wang dari Brigham and Women’s Hospital. Sementara, lanjut Dr.Julia, vaksin yang ada di saat ini hanya mampu menyerang racun yang keluar. 

Suatu komponen yang disebut poly-gamma-D-glutamic acid atau PGA ternyata membantu sang bacillus anthracis untuk berkembang biak dalam tubuh kita dengan cara membentuk semacam kapsul perlindungan di sekeliling bakteri. Untuk apa ? ternyata untuk menghindari pendeteksian oleh sistem kekebalan tubuh kita. Dan ketika ia menyebar, ia pun mengeluarkan racun dari “tubuh”-nya. 

Untuk membangun vaksin yang mereka inginkan, para ilmuwan Boston menggabungkan PGA ke suatu komponen dasar dari racun anthrax, yang dikenal dengan protective agen atau PA, yang menjadi sasaran dari vaksin yang saat ini banyak beredar. 

Dalam percobaan dengan tikus yang telah diimunisasi dengan vaksin terbaru itu, yang dilaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 1 September, terlihat adanya pembentukan serum tingkat tinggi dari antibodi tubuh tikus percobaan untuk melawan kedua komponen berbahaya–sang bacillus anthracis dan racunnya. 

Antibodi itu menyerang PGA, dimana menurut laporan itu disebutkan sebagai “suatu upaya membongkar kapsul perlindungan sang basil dan kemudian membunuhnya”, sementara untuk PA, antibodi tikus berupaya “menetralisasi aktivitas racun dan melindungi sang tikus dengan cara melawan racun anthrax yang mematikan itu”. 

Karena itulah, Wang berani mengatakan bahwa vaksin yang dibuat timnya mampu membersihkan bakteri anthrax. 

Menurut catatan para peneliti, vaksin tersebut merupakan kombinasi dari antibakterial (semisal prophylactic) dan antitoksik (semisal therapeutic) dan kombinasi tersebut diletakkan dalam satu vaksin. 

Dengan ditemukannya vaksin ini, diharapkan membawa harapan yang cerah dalam upaya memerangi penyakit-penyakit infeksi.

Pencarian artikel ini: