Anak yang lahir dari ayah yang sudah berumur mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengidap penyakit schizophrenia ketika mereka tumbuh besar. Demikian kesimpulan penelitian tentang hal ini akhir-akhir ini. Schizophrenia adalah penyakit kejiwaan untuk mengasingkan diri. Hal ditandai dengan suka berkhayal, halusinasi, pembicaraannya dan yang tidak teratur dsb.
Sebuah tim yang terdiri dari peneliti Inggris dan Swedia menunjukkan bahwa setiap dasawarsa umur seorang ayah jika mempunyai anak, maka kemungkinan anak menderita schizophrenia bertambah 50%.
Penelitian pada 700.000 orang di Swedia menunjukkan bahwa lebih dari 15% penderita schizophrenia mempunyai ayah yang berumur diatas 30 tahun ketika mereka dilahirkan.
Hal ini perlu perhatian pada masyarakat Anda umur para ayahsemakin tua ketika mempunyai anak pertama, kata Finn Rasmussen anggota timnya di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia.
Mempunyai ayah yang tua dipercayai menambha resiko anak untuk menderita schizophrenia (utamanya jika tidak ada sejarah penyakit ini pada keluarganya). Hal ini dikarenakan mutasi spontan pada DNA ayah lebih besar kemungkinan untuk terjadi pada spermanya karena umurnya.
Faktor lainnya
Penelitian terdahulu mengindikasikan sebuah hubungan antara umur ayah dengan schizophrenia pada anaknya. Pada tahun 2001, peneliti di New York membuktikan bahwa seorang ayah yag berumur diatas 50 tahun berisiko 3 kali lipat mempunyai anak schizophrenia.
Penelitian Rasmussen adalah yang terbesar selama ini. Ia juga mengambil faktor lain seperti kondisi sosial ekomoni dan penyakit psikiatrik lain di keluarga yang dapat mempengaruhi risiko mengidap schizophrenia.
Untuk laki-laki yang berumur diatas 50 tahun, penelitian terbaru mengindikasikan angka risiko yang lebh besar dibanding penelitian New York. Anak yang lahir dari seorang ayah yang berumur diatas 50 tahun mempunyai risiko menderita schizophrenia 4 atau 5 kali lebih besar dibanding yang lahir dari seorang ayah yang berumur 21 sampai 24 tahun, setelah mempertimbangkan faktor lain.
Namun Rasmussen menekankan bahwa risiko schizophrenia pada setiap orang adalah sangat rendah dan kondisi yang tidak umum. Namun menurut penelitiannya umur seorang ayah mempengaruhi risiko anak mengidap schizophrenia.



