Banyak pasangan orang tua sabar menanti sampai bayinya lahir, sebelum tahu apakah bayinya laki-laki atau perempuan. Ada juga yang memanfaatkan teknologi USG (Ultrasonografi) atau pemindaian dengan gelombang suara berfrekuensi sangat tinggi, untuk mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan. Tetapi ada juga orang tua yang ingin memilih jenis kelamin bayinya dan sekarang hal ini sudah bisa terwujud.

Dokter menggunakan reproduksi buatan, pembuahan sel telur dan sperma di luar cara alami untuk memperoleh janin. Proses diagnosis genetika sebelum pencangkokan digunakan untuk mengetahui jenis kelamin janin itu. Orang tua dipersilahkan memilih embrio laki-laki atau perempuan yang akan dicangkokkan ke rahim ibunya. Para dokter di AS melakukan uji klinis untuk mengetahui efek sosial bila orang tua diizinkan memilih jenis kelamin bayinya. Pengujian dirancang untuk mengetahui dampak seleksi gender tersebut. Peneliti akan mempelajari kesehatan fisik para bayi dan efek sosial terhadap keluarga.

Beginilah Teknik Yang Menimbulkan Pro dan Kontra

1. Fertilisasi In-vitro
2. Wanita diberi obat-obatan untuk memproduksi banyak sel telur. Tahap Embrio
3. Setelah sel-sel telur dikumpulkan dan dibuahi oleh sel sperma, embrio yang dibentuk akan membelah menjadi tahap delapan sel. Pengangkatan Sel
4. Dengan pipet pengisap yang lembut yang dimasukkan ke dinding luar embrio, satu sel diangkat. Sampel DNA
5. Materi genetik deoxyribonucleicacid (DNA) diangkat dari inti sel embrio. Reaksi Rantai Polymerase (PCR)
6. DNA direplikasi jutaan kali dan menjalani analisis molekuler untuk mendeksi adanya kelainan dalam kode genetik. Analisis Kromosom Menentukan Jenis Kelamin

Pasangan kromosom XX akan menghasilkan bayi perempuan. Pasangan kromosom XY akan menghasilkan bayi laki-laki.

Pencarian artikel ini: