Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) baru-baru ini mengembangkan alternatif untuk pengobatan kanker. Seperti : kanker kelenjar tiroid, hati maupun prostat. Materi yang dikembangkan berasal dari energi partikel beta dan bahan-bahan radioisotop.
Hal ini dikatakan Kepala Pusat Pengembangan -Batan, Swasono T. Rahmat, beberapa hari lalu. Diungkapkannya dari beberapa produk yang sedang mereka kembangkan. Seperti : isotop 1311-Nai, 1311-Lipidol, 32p-GMS, 186Re-GMS, 131l-mlBG dan 1131l-koleterol.
Bila dibandingkan dengan pembedahan, radiofarmaka lebih efektif dan ekonomis. Sebagai contoh : pengobatan kanker kelenjar tiroid bila dilakukan lewat bedah, peluang munculnya kanker pasca bedah cukup tinggi. Namun dengan isotop 131l-Nai sebanyak 100 milimerkuri, semua kanker pada kelejar tiroid akan mati.
Selain itu, dari segi biaya untuk aplikasi isotop ini hanya membutuhkan biaya sekitar satu juta rupiah. Sementara, untuk bedah lebih dari itu. Hal lainnya yang perlu juga diketahui adalah radiofarmaka tidak perlu dilakukan secara berulang-ulang. Cukup satu kali saja.
Selain untuk kanker kelenjar tiroid, Batan juga sedang mengembangkan pengobatan kanker prostat dan hati. Untuk penyembuhan kanker prostat diperlukan tiga buah isotop, yaitu : 103Pd, 177Lu dan 125l. Ketiganya memiliki radiasi lemah. Sementara, untuk pengobatan kanker hati digunakan polimer radioaktif. Untuk melakukannya, diperlukan penyuntikan polimer tersebut ke dalam hati yang terkena kanker.
Demikian Batan. Meski begitu, perlu juga kehati-hatian apakah isotop tersebut dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya yang tidak terkena radiasi.
Pencarian artikel ini:
- radiasi polimer
- polimer radioaktif
- penyembuhan tiroid
- pengobatan kanker oleh radioisotop
- pengobatan kanker ala indonesia
- pengobatan alternatif kanker tiroid
- kanker kelenjar tiroid penanganan dengan alternatif
- isotop>pengobatan
- isotop yang digunakan untuk terapi kanker
- isotop yang digunakan untuk pengobatan kanker



