Nokia dan Uunet yang merupakan perusahaan terkemuka industri bidang Teknologi Informasi berkelas dunia tengah melaksanakan usaha kampanye habis-habisan guna menentang niat Pemerintah Inggris yang akan memperbolehkan pemerintah untuk mengintersepsi e-mail. Nokia dikenal sebagai perusahaan global terkemuka yang menghasilkan perangkat telepon selular serta menyediakan data Internet tanpa kabel (Wireless Application Protocol / WAP), sedangkan Uunet yang dimiliki group usaha WorldCom dari Inggris juga tergolong penyedia jasa layanan Internet (ISP) berskala global yang memiliki jaringan usaha di berbagai negara Eropa, dan termasuk salah satu pemasok jasa bandwith-nya ke American On Line (AOL), AS.
Upaya menentang juga diajukan oleh 2 usaha jasa layanan ISP di Inggris lainnya, yakni ClaraNet dan Poptel. Secara bersama-sama keempatnya mengingatkan pemerintah Inggris, bahwa intervensi kekuasaan pemerintah seperti itu akan membuat kekecewaan berat bagi para pengguna Internet umumnya disamping akan membuat hengkangnya usaha ISP dari negara Inggris untuk pindah ke negara lain diluar Inggris.
Usulan pemerintah yang membangkitkan kritikan meluas dari kalangan industri bidang teknologi di Inggris sebenarnya masih akan dibicarakan di Majelis Tinggi wakil Rakyat Inggris (”House of Lords“) pada hari Rabu mendatang, 19 Juli 2000. Upaya itu sendiri dimungkinkan berhubung adanya konsesi legislatif bagi kepentingan pemerintah guna mengintervensi secara terbatas sebagian dari wilayah public domain masyarakat – yakni komunikasi e-mail - dengan ketentuan yang terdapat pada “the Regulation of Investigatory Powers Bill“. Untuk memberlakukan aturan itu maka usulan termaksud mesti terlebih dahulu melalui tanda tangan pengesahan oleh Sekeretaris Kementerian Dalam Negeri. Ketentuan yang akan diberlakukan tersebut menurut pandangan kalangan industri semestinya terlebih dahulu melewati pembahasan mendalam dengan ekspert yang mewakili kalangan Industri yang terkait.
Jika ketentuan ini diberlakukan, maka setiap individu atau organisasi yang melaksanakan komunikasi data secara acak (”data Encrypted“) lewat e-mail, dapat dikenai ketentuan untuk hanya mentransmisikan data berupa teks semata-mata / “ plain text” , atau pun mesti menyertakan program perangkat lunak yang berisikan kunci pembuka enkripsi data.
Bagi Bob Brace selalu vice president global marketing Nokia dan kalangan pengguna Internet umumnya rencana pemberlakuan ketentuan serupa itu secara fundamental akan bersifat “cacat drastis” dan membangkitkan penolakan yang luas berhubung ketentuannya yang bersifat “draconian“.



