Para peneliti saat ini dikabarkan sedang membangun sistem yang dapat membuat semua handphone yang berada di wilayah bencana mampu memancarkan nada atau alarm yang dengannya akan dapat ditentukan dimana lokasi musibah sang pemilik handphone tersebut.
Seperangkat handset yang dapat mengeluarkan “bunyi” “…beeep….beeeep…” diharapkan dapat menuntun tim penyelamat untuk menyelamatkan orang-orang yang terbenam di bawah salju atau terperangkap di bangunan yang runtuh.
Para perancang sistem mengatakan dengan sistem ini, tim penyelamat dapat menemukan korban pada menit-menit awal pasca terjadinya bencana (yang berarti dapat meminimalisir jatuhnya korban lebih banyak).
Dijelaskan oleh para peneliti dari laboratorium penelitian Toshiba di Bristol bahwa kini ditemukan suatu cara untuk “mengeksploitasi” keberadaan handphone yang makin marak dimana-mana untuk membantu menemukan korban-korban suatu bencana.
“Jika sesuatu terjadi, orang biasanya lebih suka memiliki (menggenggam dalam tangannya) sebuah terminal GSM atau 3G dibandingkan yang lain,” kata Joe McGeehan, Managing Director di laboratorium penelitian telekomunikasi Toshiba. Lebih lanjut dikatakan, sistem yang disarankan oleh Toshiba akan membuat semua handphone yang terperangkap di kawasan bencana dapat berdering sekeras mungkin.
Mengapa GSM, dan bukan yang lain ? Sebab sistem inilah yang saat ini banyak digunakan di seluruh dunia, bahkan hingga lebih dari 170 negara. Selain itu, jaringan GSM juga mampu merekam semua identitas telepon yang saling dan pernah berhubungan, dan itulah yang diharapkan akan mempermudah pengaktifan semua handphone yang berada di kawasan bencana. Jaringan GSM juga secara teratur mendengarkan sinyal-sinyal operator untuk menerima pesan-pesan atau peringatan yang dipancarkan pada mereka. Prof. McGeehan mengatakan, dengan memanfaatkan kelebihan GSM inilah, maka kita dapat merancang suatu sistem peringatan keadaan bahaya.
Dijelaskan lebih lanjut, bahwa hanya ada sedikit perubahan yang akan dilakukan di handphone kita, yakni dengan men-download suatu program kecil.
Craig Dolwin, peneliti di laboratorium Toshiba, memberikan catatan khusus bahwa metode ini hanya sangat bermanfaat (untuk menolong korban) pada masa-masa kritis di menit-menit awal setelah serangan bencana. “Anda punya 15 menit untuk menemukan para korban dan menyelamatkan mereka,” katanya. Setelah 15 menit, maka kesempatan seseorang untuk dapat bertahan hidup dalam benaman salju, akan menipis lebih cepat, katanya.
Artikel terkait :
- Perilaku Aneh Binatang Tanda Awal Bencana Tsunami Gempa bumi dasar laut yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 berkekuatan 9.0 skala Ricther merupakan gempa dengan kekuatan terbesar...
- Terapi Parkinson dengan Transplantasi Sel Otak dari Bayi Korban Aborsi Dalam jurnal “Nature Neuroscience” dimuat pengamatan atas seorang pasien yang sepuluh tahun yang lalu menerima transplantasi sel otak yang diambil...
- Mematikan Kompor Gas Dengan Telepon Genggam Anda lupa mematikan kompor gas ketika anda pergi ? Seandainya anda tinggal di sekitar Tokyo tidak perlu khawatir dengan rumah...



