Mark Zuckerberg mungkin tidak akan menyangka situs pertemanan dunia maya yang dibuat bersama 3 orang temannya bakal sebesar sekarang. Dengan member sebanyak 200 juta orang dan terus bertambah serta nila valuasi sebesar 5 Miliar dolar AS, facebook menjelma menjadi Jejaring sosial terbesar saat ini.Bahkan kepopulernya mengalahkan Myspace maupun Friendster yang lebih dulu muncul.

Namun, seperti kata-kata dalam iklan, kehidupan mampir begitu cepat, dan dalam soal ini tak ada yang melebihi kecepatan masa selain waktu internet.

Apakah Facebook mampu bertahan?yang pasti tidak ada yang abadi di dunia ini. Dunia internet memang telah di penuhi oleh ide -ide liar yang brilian.Lihatlah David Watherell, si jenius yang pada 1999 menjual inkubator internetnya bernama CMGI seharga 18 miliar dolar AS. Tapi pada 2009, nilai CMGI yang kini menjadi ModusLink Global Solutions tinggal seperseratus harga tahun 1999.

Walaupun Nasib CMGI tak seburuk Netscape, Dedengkot semua perusahaan internet yang “go public” itu dibeli AOL sebelum era internet meledak hilang bagai letusan gelembung dan akhirnya menjadi almarhum pada 2007. Situs video Broadcast.com pun bernasib sama setelah sebelumnya dibeli Yahoo.

Ini mungkin bisa terjadi pada Facebook, tetapi sebegitu jauh, Facebook mampu memahami kebutuhan sosial orang-orang. Ia tidak hanya mencetak uang, namun juga keuntungan, sekurang-kurangnya 200 juta dolar AS per tahun. Sungguh sebuah angka lumayan untuk perusahaan yang tidak memiliki model bisnis yang jelas.

Namun, ada tangisan sesal dibalik valuasi 15 miliar dolar AS yang tersirat dari investasi 240 juta dolar AS yang dibenamkan Microsoft untuk mendapatkan 1,6 persen saham Facebook pada Oktober 2007. Valuasi ini menyurut gara-gara resesi global.

Valuasi adalah bagian penting dari cerita tentang Facebook, tetapi nilai-nilai lainnya, seperti demografi Facebook, bahkan lebih penting lagi.

Nilai demografis itu diantaranya tersembul dari kesetiaan para anggota, misalnya Mark Zuckerberg. Mark masihlah remaja saat pertamakali menjadi anggota Facebook, dan di usianya yang ke-25 dia tetap setia dengan Facebook.

Ada fenomena lebih menawan ketimbang kesetiaan Mark. Dulu pengguna Facebook adalah remaja-remaja tanggung, tetapi kini kelompok terbesar yang menjadi anggota Facebook adalah para wanita di atas usia 55 tahun, bahkan anggota yang umurnya antara 45 sampai 65 tahun terus bertambah, melebihi para abg berusia 13-17.

Sedemikian jauh, Facebook telah mengindari kesalahan terbesar yang dilakukan jejaring-jejaring sosial maya lainnya, yaitu gagal beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Mungkin Facebook akan mati kutu jika membuka keanggotaan untuk orangtua dan eyang para perintis keanggotaan Facebook, tetapi itu tidak terjadi.

Sebaliknya, Facebook telah menarik satu komunitas pengembang sosial yang bersemangat, tapi mereka tidak membiarkan adanya “customization” serampangan yang selama ini membuat beberapa halaman milik jejaring sosial seperti MySpace, bak terkena penyakit ayan.

Dan meskipun Facebook bermain-main dengan sisi gelapnya saat menghadapi kenyamanan pribadi pengguna, upayanya mempromosikan “OpenID” menjadi tonggak terpenting bagi munculnya satu laman sosial yang terbuka.

Namun Facebook juga harus tetap wapada terhahap sepak terjang pesaing mudanya Twitter, Anak baru sosial dunia maya.

Dalam banyak hal Twitter itu antitesis dari Facebook, yaitu sebuah komunitas tersebar yang mengerjakan satu hal sederhana yang dijembatani cara-cara dan kemungkinan-kemungkinan yang maha luas.

Twitter seketika menjadi favorit orang pada konferensi SouthBYSouthWest di Austin, Texas, tahun 2007 dan makin membahana setahun belakangan ini manakala para politisi dan selebritis ramai menggunakannya.

Sekumpulan bocah-bocah keren pencipta Twitter lalu dengan berani memproklamasikan diri bahwa masa lalu telah lewat, hanya karena para tokoh dan pesohor seperti Oprah Winfrey dan Senator John McCain menggunakan Twitter. Padahal, mungkin saja bocah-bocah ini iri pada para pesohor yang mempunyai ratusan ribu pengikut.

Untuk sementara waktu, Twitter menelan seluruh udara ruangan.

Untuk urusan merengkuh pengguna baru, memang tidak ada yang menyamai Twitter yang dalam dua bulan terakhir jumlah anggotanya melesak empat kali lipat menjadi 17 juta orang pengunjung di seluruh AS, setingkat dengan pencapaian Facebook untuk mencetak keseluruhan anggota seperti sekarang yang juga fenomenal itu.

Seperti halnya Facebook, Twitter sama sekali tidak jelas model bisnisnya tetapi sepertinya akan bertahan lama hingga tahun-tahun kemudian.

Namun Twitter kerap beroleh perhatian buruk dari pers, seperti terjadi pekan lalu manakala jejaring sosial ini mengubah seting sistem kerahasiaan pengguna tanpa memberitahu para penggunanya. Langkah ini dicela sebagai prilaku buruk yang serba ingin menguasai, persis dilakukan Facebook.

Facebook sendiri tampaknya memahami prilaku Twitter ini. Kemudian, Facebook memperkenalkan perubahan desain dua bulan lalu, yang semodel dengan bagaimana Twitter memperlakukan dunia.

“Meskipun memiliki postur teramat besar, Facebook tahu bagaimana menghadapi ancaman-ancaman baru. Jika Facebook tidak dapat mengakuisisi Twitter, maka Facebook akan berupaya mengalahkannya,” kata Erick Schonfeld dari TechCrunch, perusahaan penyedia jasa blog teknologi.

Yang pasti, Facebook sudah melewati banyak masa transisi yang justru membuat tersandung organisasi-organisasi internet yang geraknya kurang cekatan.

Jejaring sosial ini telah jauh melewati masa di mana hanya menjadi tempat kongkow kalangan muda terpelajar elite.

Facebook kini populer di kalangan mulai dari abg, pelajar, generasi tua bahkan para elite politik negeri ini menggunakan facebook sebagai sarana kampanye. Jadi Facebook masih tetap bertahan dan tak akan meredup.

sumber :republika.co.id

Artikel terkait :

  1. Indonesia Peringkat 7 Pengguna facebook di Dunia Facebook seakan menyedot perhatian dunia. Dengan jumlah account lebih dari 200 juta dan terus bertambah, Facebook menjelma menjadi Sosial Networking...
  2. Apakah Situs Jejaring Sosial Aman? Situs jejaring sosial atau sosial networking kian ramai. Mulai dari Friendster dan Myspace yang lebih dahulu populer. Kini perhatian dunia...
  3. Jumlah Populasi Badak di Ujung Kulon Tetap, Diduga ada Penurunan Genetik Sejak tahun 1980-an, populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon yang habitatnya seluas 38.543 ha, cenderung tetap, yaitu sekitar...