Internet dilahirkan hasil dari proyek percobaan yang didanai Pemerintan AS lewat Departemen Pertahanan & Keamanan pada awal pertengahan tahun 1990-an. Namun selama sekian tahun selanjutnya pada langkah pengembangan dalam mengaplikasikan penggunaan Internet dalam aktivitas pelayanan masyarakat yang kini dikenali sebagai “e-government” terlihat nyata bahwa pemerintah di seluruh dunia secara umum boleh dikata lamban atau tertinggal jauh dibanding kemajuan yang dicapai sektor swasta khususnya dalam melambungkan “e-commerce“. Berdasarkan trend yang kini tengah berlangsung para ahli Internet berkeyakinan bahwa “e-government” akan menjadi kebutuhan yang mendesak dan segera merupakan revolusi berikutnya di dunia Internet, demikian dipaparkan dalam survey The Economist Juni 2000.

Sebenarnya keuntungan pelaksanaan “e-government” telah cukup lama disadari, baik oleh para ahli Internet maupun para pemikir dari kalangan Pemerintahan sendiri. Dalam tataran konsepsional berjalannya “e-government” akan menjelmakan pemikiran yang telah muncul sekitar satu dekade terakhir, yaitu revitalisasi fungsi-fungsi dasar pelayanan pemerintah kepada warganya yang terangkum dalam “Reinventing Government” :
Pemerintah yang mampu memberikan pelayanan berkualitas tinggi bagi masyarakat dengan memenuhi azas-azas utama, yaitu :

  • efisien
  • transparansi dalam manajemen -
    memenuhi prisip akuntabilitas -
  • mengedepankan ciri “abdi masyarakat” atau “customer oriented” -
  • siap melayani selama 24 jam penuh.
  • Keberhasilan “e-government” secara mendasar akan merubah sama sekali cara pandangan masyarakat terhadap Pemerintah sebagai B-I-R-O-K-R-A-S-I yang selama ini selalu berkonotasi jelek dengan ciri-ciri, a.l.;
    in-efisien, prosedur layanan yang rumit dan lama bertele-tele, biaya-siluman, dst.

Keuntungan dalam hal efisiensi yang dapat dihitung atau terkuantifikasi sesungguhnya sangatlah jelas menonjol, yakni dalam mengurangi pengeluaran anggaran untuk pembelian pengadaan perlengkapan instansi Pemerintahan atau “procurement material“, yang untuk standard AS diperhitungkan mampu memotong sampai 20% dari jumlah yang kini berlangsung. Penghematan untuk segi biaya administrasi (juga untuk standard AS) bahkan diperhitungkan sampai mencapai penghematan 75% ! Contoh keberhasilan termaksud ditunjukkan di AS yaitu oleh situs “e-government” : ServiceArizona. Pelayanan yang diberikan meliputi : pelayanan kartu identitas penduduk (ID), pelayanan pajak, registrasi nomor kendaraan, dst. Sementara sebagai contoh terbaik untuk situs portal resmi Pmerintah dari lingkup negara tetangga terdekat di ASEAN dapat mengacu pada situs The Singapore Map.

Hambatan dasar dalam keberhasilan suatu jasa “e-government” disebabkan oleh faktor dasar berupa rendahnya tingkat koneksi ke Internet. Bahkan untuk AS sekalipun koneksi Internet dari rumah tangga sampai Maret 2000 belum mencapai 50% dari total penduduk, sementara rata-rata warga negara Eropa yang memiliki koneksi ke Internet juga masih relatif rendah prosentasenya yaitu masih seputar 20% – 30%. Justru “negara pulau” yaitu Singapore yang angka koneksinya telah mendekati 50%, disamping negara-negara Skandinavia ; Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi ternyata munculnya hambatan sisi internal. Pemerintah Inggris dalam berencana meluncurkan situs “e-government” UK_Online pada musim semi mendatang telah mengalami sendiri tantangan hambatan serius yang justru muncul dari kalangan terbawah dari unsur dalam pemerintahan sendiri. Mengingat pandangan seperti; kekuatiran tersisihnya sebagian pegawai karena perampingan dan efisiensi, persaingan antar instansi yang merasa paling berhak atas pekerjaan tertentu, dst. maka lalu muncul tantangan yang menghambat kelancaran mulai berjalannya “e-government“.

Bagi sebagian ahli Internet sebenarnya langkah yang paling mendesak bagi Pemerintah sekarang ini , yaitu justru membereskan terlebih dahulu ketetapan peraturan dan kebijakan publik yang paling pas demi kelancaran berlangsungnya “digital economy“, khususnya “e-commerce“. Andaipun Pemerintah bersikeras akan segera melaksanakan “e-government” maka menurut salah satu pimpinan teras Oracle, Jay Nussbaum , kiat yang paling pas hendaknya : “Start small, scale fast, deliver value”.

Pencarian artikel ini: