Otoritas bursa saham nasional melakukan langkah terobosan yang responsif dengan mengizinkan usaha bisnis bidang Internet untuk menarik dana masyarakat melalui pasar modal mulai Juni 2000. Langkah yang menggembirakan ini yakni dengan mengadakan modifikasi atas ketentuan dalam Penawaran Saham Perdana yang dikenal dengan IPO – Initial Public Offering. Berlainan dengan ketentuan terdahulu Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) bahwa Penawaran Saham Perdana pada perusahaan publik di lantai Papan Utama yang mempersyaratakan bahwa perusahaan yang akan go-public harus telah membukukan keuntungan paling tidak selama 2 tahun terakhir berturut-turut, maka pada perusahaan dot.com ketentuan demikian kini tidak diberlakukan lagi. Kelayakan usaha lebih ditekankan pada riwayat perusahaan yang mesti telah beroperasi paling tidak minimal selama 6 bulan dan pada laporan kelancaran arus dana atau cash flow yang menunjukkan trend keuntungan usaha yang menanjak.

Ajang usaha bisnis Internet atau dot.com ini ditampung dalam lantai bursa jenis baru, yang disebut Papan Pengembangan. Lantai bursa jenis baru ini menampung penawaran saham berbagai jenis Usaha Kecil Menengah yang prospektif untuk menarik dana publik . Langkah Bapepam ini memang patut ditanggapi positif bagi para pelaku bisnis yang bergerak di dunia Internet di Indonesia terutama dalam mengantisipasi pertumbuhan usaha yang diperkirakan akan tumbuh cepat dan akan meledak dalam waktu singkat. Perlu diketahui pula bahwa adanya bursa tersendiri yang mengakomodasikan bisnis Teknologi Informasi telah lebih dahulu berhasil diterapkan di China dengan hasil penarikan dana investasi yang cukup besar.

Bisnis dunia Internet atau dot.com yang berhubung masih baru sering diistilahkan sebagai bisnis “new economy” , ternyata karakter dan berjalannya bisnis belum dapat tepat diproyeksikan berdasar teori bisnis yang umumnya dikenal sekarang. Pasokan dana untuk usaha bisnis pada umumnya bisa dilakukan dengan 3 cara, yakni : modal sendiri, modal ventura (venture capital), penjualan saham langsung kepada investor; disamping tentunya menarik dana publik lewat bursa saham.

Berdasarkan pengamatan pada praktek dunia bisnis ini di Indonesia yang relatif masih berusia sangat singkat ternyata faktor-faktor : jeli dalam membidik segmen pasar, memilih sajian informasi yang benar-benar sesuai, disamping “timing” atau muncul pada saat yang benar-benar tepat ternyata merupakan kunci utama keberhasilan usaha dot.com.

Contoh-contoh keberhasilan bisnis dunia Internet ini di Indonesia diantaranya :
1. Indoflorist.com melayani transaksi pesanan bunga secara “on-line” yang mampu meraup keuntungan lebih dari memadai senilai jutaan rupiah per bulan, yang ternyata dikelola praktis hanya oleh sepasang suami istri saja.
2. Detik.com yang tampil pada “timing” yang sangat tepat , melejit secara luar biasa dengan hits yang amat tinggi pada saat-saat gentingnya Reformasi 1998 y.l. sewaktu masyarakat benar-benar menantikan setiap berita yang terjadi dalam pergantian hitungan detik-per-detik! Detik.com boleh dikata merupakan portal berita lokal yang pertama, yang kemudian berhasil menarik masuknya pemodal lewat penjualan saham kepada investor disamping meraih keuntungan lewat pemasukan iklan yang keduanya menghasilkan jumlah keuntungan bersih ditaksir mencapai ratusan juta rupiah pada permulaan tahun ini.
3. Indoexchange.com adalah yang pertama menampilkan pelayanan transaksi jual-beli saham “on-line” di lantai bursa saham nasional lalu bergerak menjadi portal dengan sajian informasi yang spesifik tentang investasi bisnis dan keuangan. Situs ini telah beroperasi lebih dari 4 tahun lamanya dan pernah dijadikan referensi bagi media Internasional terpandang semacam Asia Week, Time, International Herald Tribune, dll. Dipuji karena kedalaman informasi yang disajikan lewat sejumlah 400,000 dokumen html lengkap.

Indoexchange.com termasuk salah satu perusahaan dot.com yang mempelopori terjun dalam transaksi saham di Bursa Efek Jakarta ( JSX-Jakarta Stock eXchange ) dan Bursa Efek Surabaya ( SSX-Surabaya Stock eXchange) sebelum akhir tahun ini juga. Sebagai barisan pelopor pertama di suatu ladang usaha yang penuh tantangan baru semoga saja prestasi para perintis usaha bisnis dot.com nasional ini cukup meyakinkan adanya, sehingga dapat memberi gambaran awal yang baik bagi masyarakat yang berminat untuk menginvestasikan dananya dalam bisnis dunia Teknologi Informasi di Indonesia.

Pencarian artikel ini: