Menghadapi musim kering yang diperkirakan puncaknya berlangsung Agustus nanti, pemerintah harus mengantispasinya. Salah satunya adalah dengan membuat hujan buatan di beberapa daerah.
Pengamat cuaca independen, Hendro Purnomo mengatakan pada Antara di Jakarta (15/6)- perlunya pemerintah mengantisipasi masalah sebelum terjadi meski cuaca saat ini berjalan normal. Menurutnya pemerintah perlu membuat bendungan dan hujan buatan untuk antisipasi musim kering nanti.
Beberapa daerah yang diperkirakan akan mengalami kekeringan adalah Sumatra Barat, pulau Jawa sampai Timor-Timur. Lainnya, Sumatra Utara, Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara.
Menurutnya, Menristek dan BMG (badan Meteorologi dan Geofisika) telah mengukur kapan waktu yang tepat untuk membuat hujan buatan.
BMG sebenarnya telah memiliki peralatan canggih untuk mengukur kondisi cuaca sehingga seharusnya masalah nanti bisa diantisipasi dan diatasi. Ia mengingatkan, seharusnya pemerintah mengingatkan masyarakat sebelum terjadinya bahaya, bukan sebaliknya.
Hal lainnya, menurut Hendro pemerintah perlu juga mengantisipasi kebakaran hutan yang sudah menjadi musibah rutin. Terutama di Kalimantan dan Sumatera bila memasuki puncak musim kemarau. Selain itu tentunya, antisipasi ini perlu agar pulau Jawa, sebagai penyumbang terbesar beras, jangan sampai gagal panen karena faktor kurang antisipasi terhadap musim kering ini.
Ia juga mengingatkan, agar protes yang terjadi dari negara tetangga kita karena soal kebakaran hutan, jangan sampai terulang lagi.
Jadi, mudah-mudahan pemerintah kita serius dari jauh-jauh hari untuk membantu rakyat dalam menghadapi musim kering kali ini.



