Dewasa ini Televisi adalah barang yang hampir tidak bisa lepas dari setiap mata manusia di dunia, bahkan begitu melekatnya televisi dengan keseharian manusia telah memunculkan idea para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi £ôelevisi ini sampai pada tingkat yang tidak diketahui batasannya. 

Tujuh puluh tahun lalu orang cukup bangga dengan menonton TV tabung CRT yang hitam putih dengan segala keterbatasannya (awal ditemukannya CRT-Cathode Ray Tube oleh Fisikawan Jerman Karl Ferdinand Braun pada tahun 1897 dan diadopsi pada teknologi televisi pada tahun 1926). Kemudian pada sekade berikutnya berkembang pada teknologi CRT-color, disusul dengan kemunculan teknologi Flat TV dari mulai yang masih mengadopsi teknologi tabung hingga belakangan muncul teknologi LCD (Liquid Crystal Display) yang cukup memukau banyak kalangan dan sangat banyak digunakan pada beragam alat elektronik, bukan saja untuk kegunaan telvisi tapi juga monitor komputer note book, hand phone, portable VCD displayer, Handy Camera, Digitar Camera, dan banyak lagi kegunaan lain yang memanfaatkan teknologi LCD ini. 

RearProjection TV 

Jika kita mencoba mencermati trend yang berkembang dimasyarakat yang lebih membutuhkan simplisitas dan mengirit ruang, maka perkembangan teknologi televisi abad ini pun mengarah pada efesiensi ruang dengan optimalisasi view dan ketajaman resolusi gambar, hingga tak ayal memunculkan idea kreatif baru dengan ditandainya era Projection TV. Boleh jadi Projection TV menjadi barang baru setelah sebelumnya orang mengenal LCD TV atau Plasma TV. 

Akan tetapi gelinding permintaan pasar yang semakin membola salju akan kebutuhan hiburan yang memuaskan tanpa menghabiskan ruangan rumah yang ada, rupanya projection TV akan menjadi pilihan primadona abad ini. Paling tidak orang telah lebih dahulu dikenalkan dengan projector yang bisa dipakai untuk presentasi meeting, pemutaran film di bioskop bioskop, atau kegunaan lain. 

Seiring dengan perkembangan teknologi dan minat masyarakat, maka para produsen televisi berlomba untuk menyuguhkan teknologi terbarunya melalui apa yang desebut Rear Projection television (RPTV). 

Kemampuan RPTV untuk menyuguhkan gambar yang prima dengan resolusi tinggi dan ukuran layar yang lebar dimulai dari 40inchi ini diperkirakan mampu menyedot peminat yang tergila-gila dengan sajian visual hingga seolah olah meyulap rumah mereka menjadi gedung bioskop pribadi tanpa harus membangun gedung khusus untuk pertunjukan sebuah film dari aktor kesayangan. 

Teknologi RPTV yang secara ringkas dapat dijelaskan bahwa alat ini terdiri dari lens module berupa susunan lensa-lensa yang terhubung pada engine projector yang diperlengkapi dengan signal receiver, lensa reflekstan dan sebuah layar (display) untuk menampilkan gambar. RPTV disebut sebagai Rear Projector karena posisi projection lens berada di belakang display, sementara yang biasa kita saksikan di bioskop-bioskop merupakan bagian dari teknologi Front Projection

Dalam kemasan bentuk teknologi RPTV ini dikenalkan dalam dua katagori besa, yaitu RPTV yang masih mengadopsi display CRT sehingga dalam bahasa design teknologi lebih dikenal dengan istilah CRT-RPTV dan bagian besar kedua adalah yang menggunakan display DLP (Digital Light Processing), LCD, atau LCoS (Liquid Crystal on Silicon). Namun demikian bagian besar kedua in masih tergolong mahal untuk ukuran zaman ini. 

Front Projection TV 

Sebenarnya teknologi ini sudah banyak dikenal masyarakat, hanya saja pengistilahan yang baru kita dengan seolah sesuatu menjadi seperti baru. Front projection difahami bahwa alat proyeksi gambar berada di depan layar yang kita tonton. Dalam dasa warsa ini dimana teknologi signal receiver televisi sudah begitu beragam bentuk dan jenisnya orang tidak lagi terfokus pada televisi konvensional dalam bentukan sebuah tabung yang memancarkan gambar dari sinyal yang diterima, tetapi sudah orang bisa dengan mudah menonton siaran televisi pada komputer pribadinya. Hanya dengan tambahan TV tunner yang dihubungkan pada komputer pribadi anda, maka anda sudah dapat dengan leluasa menonton televisi tanpa harus membeli lagi televisi. Hanya saja keterbatasan monitor komputer baik dari sisi ukuran maupun resolusi gambar, kadang menjadi hambatan untuk menikmati hiburan visual yang disajikan televisi. 

Solusi murah dan efisien untuk tetap bisa menonton televisi dengan layar lebar, anda dipersilahkan melengkapi komputer dan TV tuner anda dengan tambahan satu projector dan memanfaatkan dinding rumah sebagai display ditambah satu set sound system sebagai perlengkapan audionya yang bisa anda letakkan diposisi yang anda suka tanpa harus memadati ruang rumah anda dengan televisi berukuran besar, berat, dan beresiko jika harus dipindah pindah pada saat menata ruang tengah rumah anda. 

Sekarang, pilihan ada pada anda. Mau nonton dari depan atau dari belakang ? Jika dari belakang terasa terlalu mahal, maka pilihlah dari depan.

Pencarian artikel ini: