Dalam film “Fantastic Journey” dikisahkan suatu miniatur kapal selam dikirim untuk suatu misi guna mengangkat tumor dari otak seorang ilmuwan. Endoskopi walau bukan termasuk perangkat yang spektakular namun merupakan alat yang memiliki kegunaan yang besar dalam bidang praktek kedokteran. Endoskopi memungkinkan pemeriksaan jaringan tissue tubuh manusia dengan cara yang terbilang aman . Namun hasil pencitraan dengan pemeriksaan endoskopi sendiri tidak mungkin diandalkan 100% dalam menentukan diagnosa untuk suatu tindakan medis, oleh karenanya prosedur baku dalam endoskopi tetap selalu dengan mengambil suatu contoh jaringan tissue.
Suatu alat scanning laser yang berukuran amat kecil namun dapat menghasilkan penampakan (imaging) yang sangat jelas dan dapat diandalkan kini tengah dikembangkan oleh para peneliti dari Riset Pengembangan Teknologi Silicon – Institut Fraunhofer di Itzehoe dengan bekerjasama dengan peneliti dari Laser-Medizin und Technologie Gmbh di Berlin dan Centre for Minimally Invasive Surgery di Tubingen. Penelitian ini merupakan suatu bentuk kerjasama dari proyek aplikasi baru untuk proses endoskopi (New Laser Process for Endoscopy) yang sepenuhnya didukung kementerian riset dan teknologi pemerintah Jerman.
Mikroskop jenis confocal laser scanning telah digunakan dalam dunia kedokteran untuk menganalisa contoh jaringan tissue, sel, maupun bagian dari sel. Peralatan ini lebih cocok guna menganalisa jaringan tissue dibanding mikroskop optik yang konvensional, karena sinar dalam jaringan tissue ketika sedang dianalisa sebenarnya merupakan sinar yang berpendar. Mikroskop confocal laser scanning mampu meniadakan terjadinya interferensi cahaya yang disebabkan cahaya yang berpendar dan mampu menghasilkan citra dengan resolusi dan kontras yang sangat tinggi. Guna memanfaatkan keunggulan yang sangat berguna dalam tindakan pemeriksaan jaringan dalam tubuh maka sangatlah penting untuk dapat mereduksi ukuran peralatan mikroskop laser yang biasa digunakan sekarang – yang berukuran sebesar meja kerja - menjadi sepersekian ribu kali lebih kecil.
Para peneliti lalu menemukan jawabannya dengan teknologi sistem mikro. Ulrich Hofmann dari ISIT menjelaskan : “Dalam membuat micro-scanner kami mengunakan teknik yang biasa digunakan dalam pembuatan chip. Bahan dasar yang digunakan yaitu silikon. Cermin berukuran mikro-milimeter dibuat dengan kombinasi proses etsa, photolithography dan teknik sepuhan / electroplating. Cermin mikro lalu dipasangkan dengan kaki-kaki pegas hingga mampu mengarahkan sinar laser. Sedang pergerakan rotasi cermin secara elektro statis dikendalikan dengan aliran listrik arus lemah.”
Keseluruhan sistem ternyata besarnya tidak lebih dari ukuran suatu mata pulpen hingga alat nya dapat lalu digabung dengan alat endoskopi. Alat micro-scanner mentransmisikan citra (image) jaringan dalam tubuh yang diperiksa dalam hitungan pixel-demi-pixel. Hingga serupa dengan pada layar televisi, maka citra gambar yang seluruhnya terdiri atas 512 X 512 pixels ditampilkan dengan cara garis per garis. Salah satu cermin-mikro menyisir (scanning) satu arah garis horisontal sementara cermin satunya menampilkan arah garis vertikal. Tingkat fleksibilitas alat micro-scanner yang amat luar biasa membuatnya mampu menghasilkan citra dalam hitungan detik saja dengan hasil gambar yang beresolusi tinggi disamping memberikan nilai diagnostik yang lebih andal dibanding alat endoskopi sebelumnya.
Sifat cost-effective dalam produksi micro-scanner secara massal akan menjadikan perangkat diagnostik ini harganya dapat diterima bahkan untuk suatu rumah sakit kecil maupun suatu praktek dokter pribadi, sehingga pada akhirnya akan menguntungkan bagi pasien



