Publikasi Nikkei Survey di Jepang yang disebarluaskan pada tanggal 30 Agustus 2000 mengenai pemakaian hand-phone yang berfasilitas Internet oleh kalangan pengguna wanita menunjukkan hasil yang menarik, bahwa ternyata persentase terbesar penggunaan telepon selular justru dilakukan sewaktu pengguna selagi berdiam di rumah. Angka sebesar 39,7 % untuk pemakaian selagi di rumah jauh melampaui penggunaan sewaktu sedang berada di luar (”mobile”), yaitu sewaktu dalam perjalanan berkereta api ( 10,3% ) atau pun waktu sedang berjalan kaki ( 7,6% ). Angka terbesar kedua adalah pemakaian sewaktu sedang berada di sekolah /kampus, yakni 20,7%.
Survey Nikkei ini dilakukan di 2 kota terbesar di Jepang, yakni Tokyo dan Osaka. Responden dikelompokkan dalam 3 macam, yaitu : ibu rumah tangga, wanita bekerja (”working women”), dan kalangan mahasiswi dan remaja putri pelajar sekolah menengah yang keduanya disatukan dalam kelompok “female student”. Untuk Jepang keseluruhan kelompok tersebut dapat dianggap sebagai pemakai terbanyak atau “core user” Internet via telepon seluler. Sebagai gambaran perusahaan raksasa telekomunikasi Jepang NTT-DoCoMo dengan pelanggan lebih dari 6 juta menyediakan komunikasi telepon seluler dengan fasilitas akses wireless Internet, dengan beragam pilihan aplikasi mulai dari yang paling umum seperti info saham, transaksi perbankan, kartu kredit, info cuaca, info kereta bawah tanah, ticket penerbangan, sampai dengan yang khas wanita seperti ; info horoskop, resep makanan, dll.
Dari sisi pengunaannya kajian survey mengungkapkan bahwa kebanyakan responden menggunakan hand-phone nya terutama untuk saling berkirim e-mail. Pemakaian hand-phone untuk e-mail adalah sama atau sedikit melebihi dari jumlah penggunaan hand-phone untuk bercakap-cakap. Kalangan pemakain hand-phone untuk e-mail yang paling sering adalah kelompok siswi “female student”, yakni 60,7 %. Penganalisa riset memperkirakan, bahwa hal demikian beralasan mengingat bahwa mereka telah terbiasa sebelumnya dalam menggunakan pager, sehingga tidak merasakan kagok dalam menggunakan tombol hand-phone yang relatif berukuran mungil selagi mengetikkan rangkaian teks kalimat untuk e-mail.
Sementara kalangan wanita bekerja dan ibu rumah tangga dalam menggunakan telepon selulernya lebih banyak untuk kebutuhan bercakap di telepon dibanding dengan pemakaiannya untuk e-mail. Untuk kalangan wanita bekerja, jumlah yang memakai hand-phone untuk berkirim e-mail adalah hampir sebanding dengan yang menggunakannya untuk kebutuhan bercakap. Dan hasil survey menunjukkan bahwa selama hari-hari libur kerja, maka angka pengguna hand-phone untuk pemakaian e-mail menurun tajam, sementara penggunaan untuk bercakap-cakap menjadi meningkat. Untuk kalangan ibu rumah tangga pemakaian hand-phone kebanyakan untuk kebutuhan bercakap dan selama hari libur angkanya menurun amat tajam yakni mencapai 60%.
Kajian riset Nikkei membeberkan pula bahwa secara keseluruhannya hanya sedikit sekali pengguna kalangan wanita yang menggunakan fasilitas wireless Internet pada hand-phone-nya untuk menelusuri situs Internet. Angkanya hanya kurang dari 1% saja untuk kalangan ibu rumah tangga, 1,5% kelompok siswi, dan 3% untuk kelompok wanita yang bekerja
Artikel terkait :
- Mematikan Kompor Gas Dengan Telepon Genggam Anda lupa mematikan kompor gas ketika anda pergi ? Seandainya anda tinggal di sekitar Tokyo tidak perlu khawatir dengan rumah...
- Parlemen Eropa curigai penyadapan data oleh Satelit Echelon AS Sebuah komite penyelidik disetujui untuk dibentuk Parlemen Eropa pada tanggal 06 Juli 2000 dengan tugas guna meneliti kecurigaan penyadapan rahasia...
- Perbedaan Mendalam antara Otak Pria dan Wanita Dalam tulisan pada jurnal “Cerebral Cortex” para peneliti memperlihatkan bahwa area otak yang dinamakan ” inferior parietal lobule (IPL) ”...
- Penggunaan Nuklir di Rumah Sakit dan Klinik Menurut Sekretaris Utama Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) Arifin S dalam konperensi pers di BPPT kemarin mengatakan aturan perizinan penggunaan...
- Tim investigasi dipimpin oleh sebuah robot navigator. Apabila suatu saat nanti terjadi perang yang sudah melibatkan senjata kimia, biologi, nuklir, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan sekitarnya akibat kontaminasi...



