Laboratorium Elektronika Jurusan Teknik Elektro ITB telah berhasil menghasilkan modul-modul inti (cores) Dekoder Viterbi untuk rangkaian terintegrasi atau IC (Integrated Circuit). Dekoder Viterbi diperlukan pada hampir semua alat komunikasi penerima digital seperti ; modem, televisi digital , dan telepon seluler generasi 3. Core buah karya Peneliti Dian dan Zalfany ini akan dipublikasikan pada OpenCores untuk dapat diakses dan diperdagangkan di seluruh dunia.

Kepala Laboratorium Dr.Sarwono Sutikno menjelaskan, bahwa dengan perkembangan yang luar biasa pada teknologi IC saat ini maka satu IC akan berisi ratusan juta transistor. Tingkat kompleksitas rangkaian sebesar ini hanya dapat dipecahkan melalui penggunaan cores. Cores adalah modul fungsional yang dapat dipakai ulang (re-used) dalam perancangan IC elektronika. Dengan demikian perdagangan IC pada masa kini akan bergeser pada perdagangan cores“. Saat ini sudah banyak cores yang di buat, termasuk cores yang populer dan penting seperti Z80, 8051, Kode Reed Solomon maupun enkripsi”, tambah Dr.Sarwono Sutikno – yang juga adalah Peneliti Utama di PPAU Mikroelektronika ITB ( IURC – Inter University Research Center for Microelectronics).
Kegiatan riset PPAU Mikroelektronik yang dimulai sejak lama dilaksanakan secara konsisten dengan tujuan untuk melatih kerjasama yang padu dalam perancangan komponen mikroelektronika serta mengorbitkan perancang muda Indonesia pada kancah penelitian dengan target prestasi kualitas dunia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Putera Indonesia dapat merancang hardware IC kelas dunia

Pencarian artikel ini: