Yamaha Material Lab telah berhasil mengembangkan material digunakan sebagai pengganti freon dan compressor pada lemari es. Dengan penggunaan material ini pula penggunaan energi listrik bisa berkurang sampai 20% dibandingkan dengan lemari es yang ada selama ini. Keberhasilan ini berkat kerja keras para peneliti mencari material yang cocok digunakan untuk menerapkan prinsip termoelektrik yang ditemukan pertama kali oleh seorang dokter kebangsaan Jerman bernama Seebeck pada tahun 1821 dan J. C. Peltier pada tahun 1834. 

Material yang digunakan adalah sejenis Bi2Te3. Point keberhasilan ini dengan menurunkan resistensi elektrik dan konduktifitas panasnya. Dan hal ini bukanlah satu pekerjaan yang mudah karena resistensi elektrik dan konduktifitas adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Untuk menurunkan konduktifitas panas dapat dilakukan dengan membuat partikel kristalnya sekecil mungkin, sehingga luas permukaan bertambah. Akibatnya aliran panas akan berhenti akibat pembauran yang dilakukan oleh grain boundary. 

Yamaha Material Lab berhasil mengecilkan partikel kristalnya dari 1/10 sampai 1/100 dibandingkan material yang ada selama ini. Akan tetapi dengan mengecilkan partikel kristalnya saja malah mengakibatkan bertambahnya resistensi. Jika kristal tersebut di jejerkan dengan random, justru meningkatkan resistensi. Untuk itu Yamaha Material Lab mengembangkan teknologi untuk meyatukan arah kristal tersebut, yang mana hal ini tidak berpengaruh terhadap konduktifitas panas. 
Dengan keberhasilan ini resistensinya bisa diturunkan dari 2E-5 Ohm.m menjadi 1.03E-5 Ohm.m untuk type P dan 1.038E-5 Ohm. m untuk type n

Pencarian artikel ini: