Penyakit virus merupakan salah satu masalah besar bidang kesehatan. Hal ini disebabkan karena masih banyak penyakit infeksi virus yang belum ditemukan obat maupun vaksinnya. Diantaranya Hepatitis C, yang diestimasi sekitar 3% dari jumlah penduduk dunia. 

Infeksi yang disebabkan oleh virus, terutama untuk virus yang masih belum ditemukan obat maupun vaksinnya merupakan masalah global yang dihadapi berbagai negara. Salah satu cara pemecahannya adalah penemuan obat yang mampu menekan perkembangbiakan virus itu sendiri. Demikian penjelasan Dr. Andi, Phd, doktor Indonesia yangs ekarang bertugas di Department of Microbiology, Research Center Laboratories, Jepang kepada www.beritaiptek.com. 

Dijelaskannya, untuk penyakit infeksi virus yang sudah ditemukan vaksinnya, ada masalah yang belum terpecahkan. Seperti : terkontaminasi dari zat-zat yang berasal dari binatang yang digunakan untuk produksi vaksin tersebut, selain itu juga biaya produksi vaksin yang mahal. Hal lainnya pensuplaian binatang untuk produksi vaksin yang terus-menerus dan stabil juga dapat menimbulkan masalah di masa mendatang. 

Karena itu. Menurut Andi diperlukan kemungkinan lainnya. Seperti : produksi vaksin dengan kultur sel, kemungkinan DNA vaksin atau penemuan obat. Karena vaksin hanya upaya pencegahan sedang penemuan obat diharapkan dapat mememcahkan masalah untuk pasien yang sedang terinfeksi virus. 

Karenanya lanjut Andi, RNA Helikase yang merupakan enzim yang essensial untuk perkembangbiakan virus dan diperkirakan berfungsi untuk replikasi replikasi virus RNA benang positif diharapkan nantinya dapat menjadi penemuan anti virus dengan penemuan inhibitor RNA helikase. 

Karena RNA heliakse mempunyai aktivitas ikatan RNA (RNA binding), AT Pase dan RNA Helikase, penemuan inhibitor ini dapat dilakukan dengan penemuan zat atau molekul yang mampu menonaktifkan salah satu dari aktivitas-aktivitas itu. 

Karena itu tak heran, di Jepang sekarang banyak studi tentang struktur dan fungsi RNA Helikase. Namun, sampai saat ini belum ditemukan inhibitor RNA Heliakse yang bisa diaplikasikan secara klinik. 

Namun, baru-baru ini ditemukan senyawa 2-amino-thiazole menekan replikasi virus herpes simplex (HSV) lewat interaksi dengan komponen dari kompleks helikase UL5-UL8-UL52. 

Andi menjelaskan, studi ini cukup memberi harapan untuk penemuan inhibitor RNA Helikase sebagai obat anti virus di masa depan dan tentu saja diharapkan memecahkan masalah-masalah yang berkenaan dengan penyakit infeksi virus yang dihadapi dunia saat ini.

Artikel terkait :

  1. Menanggulangi Demam Berdarah Pendekatan Molekuler untuk Penemuan Obat Antivirus Dengue Baru-baru ini, ektrak daun jambu biji menjadi pusat perhatian karena dapat diharapkan berguna sebagai obat antivirus Dengue. Penelitian yang dilakukan...
  2. Ditemukan Resistensi Virus Flu Burung terhadap Oseltamivir “Makanlah obat sesuai petunjuk dokter”. Saran ini cukup baik untuk kita ikuti selama dalam perawatan karena sakit dan mengkonsumsi obat....
  3. Inhibitor Protease Sebagai Kandidat Anti-SARS Kasus SARS masih belum menunjukan penurunan angka penularannya. Bahkan, kota Toronto di Kanada yang pada beberapa saat lalu telah dibebaskan...
  4. Mengenal virus West Nile, virus yang ditakuti Amerika saat ini Amerika Serikat sekarang tengah dilanda musibah yang didalangi oleh virus West Nile. Virus ini pertama kali menjejaki kakinya di negara...
  5. Penemuan Obat Baru Yang Mungkin Dapat Menghentikan Kerusakan Sambungan Sendi Pada Penderita Arthritis Penemuan obat baru, mungkin obat yang pertama kali dapat menghentikan kerusakan sambungan sendi pada penderita Rematik Arthritis. Studi yang dilakukan...