Populasi kuda nil di dunia telah anjlok 95 per sen, menyebabkan makhluk raksasa ini dalam bahaya kepunahan. 

Kurang dari 30 tahun yang lalu, lebih dari 29000 kuda nil masih nampak bermalas-malasan dalam air yang tersimpan di hutan-hujan dan sungai Taman Nasional Virunga di Republik Demokratik Kongo. Sekarang, setelah satu dekade perang saudara, para ahli tentang alam menemukan bahwa kini hanya tersisa 1300 ekor kuda nil. 

Sebuah sensus dilaksanakan musim panas ini oleh Institut Kongo untuk Konservasi Alam. Mereka percaya penyebab utama dari kepunahan kuda nil ini adalah perburuan ilegal para pemburu gelap yang mengincar kuda nil untuk mengambil gigi dan daging. Menurut mereka, awal tahun 2003, beratus-ratus kuda nil ditemukan mati di Sungai RutsuruÍÔebagian besar mati karena diracuni.

Penyembelihan dan pembantaian kuda nil di Kongo mungkin bukan suatu keunikan. Lihat saja di Burundi, tetangga Kongo, suatu sensus terbaru menemukan bahwa 200 kuda nil dua per tiga populasi taman nasional telah hilang dalam lima tahun terakhir. 

“ini adalah kabar buruk untuk kuda nil,” kata Susan Lieberman, Species Director WWF. “Kecuali jika perburuan liar dihentikan, kuda nil akan terancam dengan kepunahan”. 

PENGGANTI GADING 

Di tahun-tahun terakhir, daging kuda nil telah menjadi suatu kenikmatan tersendiri pada sebagian Afrika Tengah. 

Ironis, sebab kuda nil kini lebih jarang dibanding Gajah Afrika. Populasi kuda nil global kini diperkirakan pada sekitar 150000, namun ada lebih dari setengah juta Gajah Afrika. 

Taman Nasional Virunga meliputi wilayah seluas 800000 hektar dan merupakan yang paling tua Afrika, diciptakan tahun 1925. Tetapi, sebagian besar area telah diduduki oleh angkatan bersenjata sejak 1994, menghambat akses ke kehidupan rimba sejak saat itu pula. 

Perkiraan jumlah kuda nil di taman bergerak dari angka 10000 di 1990 menjadi 4000 tahun 1995. Para ahli lingkungan hidup memperingatkan kerugian dari menurunnya populasi kuda nil yang bisa mengikis padang rumput dan rawa ekosistem di taman. “Kuda nil menyediakan unsur-unsur dasar penting untuk rantai makanan, terutama sekali untuk ikan,” kata Marc Lunguy dari WWF. Jadi, korban pertama dari hilangnya kuda nil adalah suku pribumi yanghidupnya tergantung pada memancing ikan sebagai mata pencarian.

Pencarian artikel ini: