Oleh karena Anthrax pada hewan ternak sangat menular dan fatal, pengendalian penyakit di dasarkan pada pengobatan seawal mungkin disertai cara-cara pengendalian yang ketat. 

Untuk pengobatan pada hewan sakit diberikan suntikan anti serum dengan dosis kuratif 100 ¡¦150 ml untuk hewan besar dan 50 ¡¦100 ml untuk hewan kecil. Penyuntikan antiserum homolog adalah IV atau SC, sedang yang heterolog SC, jika perlu penyuntikan pengobatan dapat diulangi secukupnya. Lebih dini pemakaian serum diselenggarakan sesudah timbul gejala-gejala sakit, lebih besar kemungkinan untuk diperoleh hasil yang baik. Hewan tersangka sakit atau yang sekandang/segerombol dengan hewan sakit diberi suntikan pencegahan dengan antiserum (lihat V 2.). Kekebalan pasif timbul seketika, akan tetapi berlangsung tidak lebih lama dari 2 minggu. 

Pemberian antiserum untuk tujuan pengobatan dapat dikombinasikan dengan pemberian antibiotik. Jika antiserum tidak tersedia, dapat dicoba dengan obat-obatan tersebut dibawah ini. 

Anthrax stadium awal pada kuda dan sapi dapat diobati dengan procain penicilin G dilarutkan dalam air suling steril dengan dosis untuk hewan besar : 6.000 ¡¦20.000 IU/kg berat badan, IM, tiap hari. 

Streptomycin sebanyak 10 gram (untuk hewan besar seberat 400 ¡¦600 kg) setiap hari yang diberikan dalam dua dosis secara intramuskuler dianggap lebih efektif dari penicillin. Antibiotika lain yang dapat dipakai antara lain: chloramphanicol, erythromycin, atau sulfonamine (sulfamethazine, sulfanilamide, sulfapyridine, sulfathiazol), tetapi obat-obat tersebut kurang ampuh dibandingkan dari penicillin atau tetracycline.

Pencarian artikel ini: