Jepang berhasil mengembangkan berbagai macam varitas baru tumbuhan. Verbenas, serumpun bunga-bunga kecil, yang hanya berbunga selama 2 bulan, dan setelah itu tidak banyak lagi. Namun dengan teknologi barunya Jepang berhasil mengembangkan sebuah jenis baru verbena. Varitas baru itu menghasilkan jumlah bunga yang berkembang sekitar 5 sampai 10 kali dibandingkan dengan varitas yang lain, dan tumbuh-tumbuhan itu dapat menghasilkan bunga untuk masa yang lebih panjang. Varitas baru verbena itu mulai dijual musim semi ini.
Biasanya perlu bertahun-tahun untuk mengembangkan varitas baru tanaman, namun varitas baru verbena ini dikembangkan hanya dalam waktu 12 bulan. Varitas ini dikembangkan oleh RIKEN yaitu Institut Penelitian Fisika dan Kimia.
Untuk menghasilkan varitas baru tanaman, biasanya kita harus menggabungkan keturunan yang berbeda dari berbagai generasi. Biasanya ini memerlukan waktu. Namun Riken menemukan teknologi yang dapat menyebabkan mutasi buatan seperti yang terjadi di alam. Ini menyebabkan Riken dapat menghasilkan berbagai jenis keturunan, yang pada gilirannya dapat menghasilkan berbagai jenis varitas dengan kualitas yang diinginkan.
Riken dapat memicu terjadinya mutasi ini dengan menggunakan sejenis pancaran khusus yang dikenal sebagai pancaran ion berat, yang diarahkan ke bibit dan tumbuhan muda. Pancaran ion berat tadi terbentuk dari radiasi. Atom-atom membentuk dasar dari segalanya di sekitar kita. Pancaran ion berat dihasilkan dengan mengakselerasi nuklei atau inti atom pada kecepatan tinggi yang fantastis. Ini akan menyebabkan energi. Makin cepat, makin besar energi yang dihasilkan.
Riken mengakselerasi nuklei ini dengan sebuah alat yang dikenal sebagai siklotron cincin. Riken mempunyai satu dari siklotron cincin terbesar di dunia. Alat di Riken itu tingginya 6 meter, lebar 13 meter dan beratnya mencapai 530 ton.
Nuklei atom itu di tempatkan di pusat alat tersebut, kemudian 4 magnet berputar dan berakselerasi seperti roda berputar. Magnet itu dapat di akselerasi sampai kecepatan 22 ribu kilometer per detik, yang merupakan setengah kecepatan cahaya.
Radiasi berbahaya bagi benda hidup. Namun dengan mengubah jumlah radiasi, radiasi ini akan banyak bermanfaat. Contoh, sel-sel rusak atau hancur dengan sejumlah radiasi. Radiasi telah digunakan untuk menghancurkan sel2 kangker. Teknologi pancaran ion berat telah digunakan atas dasar uji coba dengan tikus sebagai mediumnya, guna mencoba mengembangkan pengobatan kangker yang lebih efektif.
Para peneliti juga menguji coba pancaran tersebut pada tumbuh2an seperti pada pohon tembakau. Indung2 telur berikan pancaran ion berat selama beberapa detik. Bibit yang dihasilkan itu ditemukan telah menghasilkan pohon2 dengan daun2 yang keputihan. Melalui serangkaian percobaan, para peneliti mempelajari bahwa mereka dapat menghasilkan mutasi dengan merubah jumlah radiasi.
Pancaran radiasi itu dapat merubah gen2 pohon. Pancaran ion berat akan menghancurkan sebagian dari gen pohon. Pohon itu akan mencoba memperbaiki kerusakan, akan tetapi gen yang dihasilkan akan berbeda sama sekali dari yang asli. Karena Gen adalah cetak biru kehidupan, maka merubah gen2 itu dapat menghasilkan bentuk yang berbeda serta warna bunga yang berbeda pula.
Para peneliti telah mulai menggunakan teknologi ini untuk mencoba memperbaiki hasil panen. Institut Penelitian Kihara di Universitas Kota Yokohama melakukan penelitian terhadap gen2 gandum. Mereka menumbuhkan gandum yang telah dirubah gen2nya dengan cara pancaran ion berat. 8 bulan setelah uji coba/ ditemukan bahwa gandum yang secara genetik dirubah itu lebih ramping dan berbiji daripada varitas2 biasa. Para ahli berharap dapat mengembangkan varitas baru yang tahan terhadap dingin dan penyakit, serta yang dapat di produksi masal



