Larangan pembukaan bangkai atau seksi terhadap hewan yang mati tersangka Anthrax dengan dasar : 

  1. Untuk tidak memberi peluang terbentuknya spora kuman Anthrax yang mungkin menyulitkan pemberantasan penyakit.
  2. Amat berbahaya bagi orang yang melakukan seksi dan pembantu-pembantunya. 

Untuk itu bahan pemeriksaan yang perlu dikirimkan ke laboratorium diagnostik adalah sebagai berikut : 

 Hewan pemamah biak : 

a. Sediakan ulas darah diambil dari buluh darah tepi (vena pada telinga, pada metakarpal, atau metatarsal ). Dibuat tipis-tipis dan lebih dari satu lalu difiksasi sebagaimana biasa. 

b. Olesan darah tepi dari hewan yang sama pada kapas bergagang (cottonswab ), sepotong kapur tulis, atau sepotong kertas saring yang kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi. 

Alat pengambilan bahan harus dalam keadaan steril sebelum dipakai dan teknik pengambilan hendaknya seaseptik mungki. 

Bahan pemeriksaan tersebut harus ditaruh dalam wadah yang kuat dan tertutup rapat untuk mencegah kemungkinan pencemaran dalam perjalanan. 

 Pada babi, kuda dan hewan lainnya : 

a. Sediaan ulas dari jaringan tubuh dengan lesi yang jelas (dari kelenjar limfa submaxillaris dan daerah kebengkakan ). 

b. Sediaan ulas darah dari buluh darah tepi (dari kuda dan babi tidak dapat diharapkan ditemuinya B. anthracis dalam sediaan ulas darah ). 

c. Khusus babi jika perlu dapat dikirimkan kelenjar limfa cervicalisyang diawetkan dalam asam borat (4%). 

Bagi Anthrax bentuk kutan dapat yang dikirimkan : 

a. Sediaan ulas dari luka yang bersangkutan, 

b. Olesan pada luka yang sama memakaikapas bergagang atau yang lainnya (lihat diatas). 

Bila pengiriman bahan-bahan tersebut diatas tidak dimungkinkan maka pengiriman bahan berupa nsisa-sisa bagiantubuh hewan yang masih ditemukan tanpa bahan pengawet apapun masih dapat dianjurkan, antara lain sepotong kulit, tulang, daging kering dan dendeng. Bahan-bahan tersebut dimaksudkan untuk pemeriksaan serologi. 

Bahan-bahan pemeriksaan tersebut di atas dikirimkan ke laboratorium terdekat (kecuali ada ketentuan khusus) disertai surat pengantar berisi informasi selengkap mungkin, yang tembusannya antara lain dikirim kepada Kepala Dinas Peternakan setempat dan Direktur Jendral Peternakan.

Pencarian artikel ini: