Penelitian terbaru yang dilakukan para pakar bioteknologi di Inggris dan didukung pemerintah Inngris, baru-baru ini menyimpulkan – bahwa tanaman hasil rekayasa genetika tidak perlu dikhawatirkan.
Hal ini diungkapkan pula oleh Michael Crawley, ahli biologi Imperial College pada jurnal Nature, edisi Kamis (8/2).
Tim ini pada tahun 1990, yang dipimpin Crawley ini merencanakan melakukan penelitian pada semua jenis tanaman transgenik. Selama 10 tahun, para peneliti mengamati tanaman-tanaman ini di 12 lokasi di Inggris.
Penelitian jangka panjang ini pertama kali dilakukan dan ditujukan untuk mengamati dua resiko utama dari teknologi transgenik.
Pertama, adalah pengaruh terhadap lingkungan dan pada Genetically Modified Food (GM Food). Ke dua, apakah tanam-tanaman ini akan menyebar tanpa bisa di kontrol dan apakah ada perkembangbiakan di antara mereka dengan spesies asli untuk membentuk tanaman invasif.
Menurut para peneliti ini, mereka menemukan bahwa tanaman hasil modifikasi genetika ini tidak bisa bertahan hidup di alam bebas dalam periode waktu yang terlalu lama.
Mereka menanam tanaman GM ini di sebelah bagian tanaman konvensional tanpa perlakuan. Hasilnya, setelah empat tahun sebagian besar dari tanaman modifikasi genetika ini mati. Hanya tanaman -tanaman asli saja yang bertahan selama 10 tahun penuh.
Menurut John Beringer, Ahli Mikrobiologi di Universitas Bristol, Inggris, pendekatan tanaman transgenik ini didasarkan pada asumsi bahwa tanaman tanaman biji-bijian ini tidak bertahan baik tanpa perhatian petani.
Penelitian yang didukung oleh pemerintah Inggris dan melibatkan konsorsium perusahaan bioteknologi ini membuktikan bahwa tanaman modern ini tidak berubah menjadi ’super tanaman’ ataupun berproduksi tanpa kendali sampai mengambil alih habitat asli tanaman.
Dan dari hasil ini dengan mengamati tanaman jagung, kentang, kanola, tepung maizena dan gula transgenik selama 10 tahun lebih yang dilakukan dalam skala besar, para saintis mendapatkan, ternyata tanaman ini tidak sampai menggeser posisi tanaman aslinya. Jadi, hasil penelitian di Inggris ini membuktikan, tanaman transgenik tak mempengaruhi lingkungan



