Hanya berselang kurang dari 2 minggu pada awal JuniĀ 2000 setelah publikasi Celera Genomics yang mencengangkan masyarakat ilmiah sedunia tentang keberhasilan riset team Celera dalam mengurutkan hampir keseluruhan “sequencing” susunan genome manusia, maka pesaing dari Human Genome Project juga ganti mengklaim keberhasilan pengurutan lengkap 3 dari 23 seluruh kromosom pada manusia.
Genome didefinisikan sebagai sekumpulan rangkaian instruksi yang menjadikan suatu organisme mahluk dapat berfungsi dengan normal. Genome terkandung dalam setiap inti sel manusia mengandung cetak dasar utama (”master blue print“) aktivitas kehidupan suatu organisme atau sel sepanjang siklus kehidupannya. Setiap kali sebuah sel membelah diri menjadi 2 buah sel baru maka terjadi penggandaan identik yang sempurna untuk setiap genome. Pada manusia dan mahluk hidup yang tergolong dalam organisme tingkat tinggi lainnya – atau yang jasadnya terdiri atas susunan organisme yang kompleks – peristiwa penggandaan ini terjadi pada inti sel (”nucleus“).
DNA ditemukan berupa sepasang “pita” bermuatan kode genetik DNA yang saling berpasangan membentuk spiral ganda (”double helix“). Jika dicermati setiap “pita” – yang dinamakan nucleotides saling menyerupai satu sama lainnya dan memiliki pola perulangan tertentu. Bentuk struktur DNA tersebut terdiri atas komposisi dari sebuah molekul gula, sebuah molekul fosfat, dan senyawa dasar nitrogen (”nitrogenous bases“). Dalam suatu struktur DNA terdapat 4 macam unsur kimiawi dasar yang berbeda yaitu :
adenine (A), thymine (T), cytosyne (C), dan guanine (G).
Setiap keberaturan yang unik dari komposisi keempat unsur A,T,C dan G inilah yang disebut “DNA sequence“. Formasi inilah yang menciptakan suatu kode instruksi genetika yang mendasari terciptanya kehidupan suatu organisme mahluk hidup tertentu dengan keunikan dan sifat atau karakter bawaannya.
Sasaran akhir riset genome yaitu guna mendapatkan suatu susunan pemetaan lengkap DNA yang merupakan penjelmaan 3,1 milyar sub-unit DNA yang terdapat dalam gen manusia. Riset besar-besaran Human Genome Project melibatkan 18 negara terkemuka di dunia ilmu pengetahuan dan dikomando oleh negara AS dan Inggris sebagai sponsor utama, serta diantaranya dengan melibatkan beberapa negara maju di Asia yang diwakili oleh Jepang dan China.
Maret y.l. Presiden AS Bill Clinton dan PM Iggris Tony Blair telah menggariskan dengan gamblang, bahwa hasil temuan riset human genome hendaknya menjadi milik seluruh masyarakat atau bersifat publik, hingga menghindari adanya klaim paten yang eksklusif. Seperti diketahui riset human genome merupakan ajang saling bersaing antara Human Genome Project yang didanai Pemerintah dengan Celera Genomics yang merupakan institusi riset usaha swasta. Dengan perbedaan sifat institusi maka dalam persaingan antara kedua kubu riset melakukan pendekatan yang berbeda, baik dalam metode pelaksanaan “sequencing“, sasaran akhir aplikasi temuan, sampai publikasi kemajuan hasil riset di media massa. Human Genome Project kini dikepalai Dr. Francis Collins dan didukung pendanaan pemerintah AS lewat National Institute of Health, Kementrian Kesehatan serta Department of Energy. Pusat riset ini pernah dipimpin oleh Dr. James Watson tahun 1989 yang pernah memenangkan penghargaan Nobel Kedokteran atas penemuan pertama struktur DNA. Celera Genomics dikepalai oleh ilmuwan yang progresif Dr.Craig Venter yang berkantor pusat di Rockville, Maryland, AS.
Sampai April 2000 persaingan lomba memetakan human genome tersebut menjadi memanas di media massa sampai terungkap bahwa kemajuan riset yang dicapai Celera Genomics jauh melebihi riset HGP. Beruntung pada 26 Juni atas prakarsa Presiden AS kedua kubu dapat dipertemukan guna lebih mensinkronkan atas sifat hasil riset yang bersifat publik serta cara koordinasi dalam melaksanakan publikasi di media masa mengenai kemajuan riset yang telah dicapai masing-masing. Menurut prakiraan para pengamat ilmiah kedua kubu pusat riset ini akan dapat menyelesaikan selengkapnya draft akhir dokumen kerja riset (”working draft“) pada pertengahan tahun 2001 y.a.d.
Jika keberhasilan pemetaan human genome sukses dilakukan maka dengan terbukanya seutuhnya rahasia kode genetika manusia – bagaikan sebuah katalog lengkap – maka para ahli biomoleculer scientist dapat merekayasa berbagai aplikasi penelitian mengenai kesehatan dan perilaku penyakit yang menyerang manusia pada tingkat molekul – hingga akan melahirkan suatu transformasi yang luar biasa di bidang iptek yang amat berguna dalam mendiagnosa dan metoda pengobatan beragam penyakit, misalnya mulai dari penyakit degenaratif Alzheimer, penyakit jantung, kanker, dll. Potensi komersial industri jasa kesehatan dan farmasi sampai pada tahun 2009 diprakirakan akan mencapai nilai sekitar AS $ 45 milyar, dengan bidang unggulan terdepan diantaranya; kedokteran molekular (”molecular medicine“), microbiology genomic, forensik DNA, rekayasa genetika dalam bidang pertanian dan peternakan



