Aneka penyakit yang menghantui dalam dunia komputer terus bermunculan; komputer yang terkena virus, bahasa kode piranti lunak komputer dihinggapi bugs atau cacat, dan lagi-lagi belum lama ini sekelompok peneliti dari Spanyol telah menemukan bahwa adanya sejenis jamur yang merontokkan bagian dalam media compact disc hingga merusakkan informasi yang disimpan didalamnya.
Beberapa macam jamur memang telah diketahui dapat tumbuh di atas lembaran plastik atau material polymer, namun apa yang diungkapkan peneliti ini merupakan suatu laporan pertama kalinya tentang adanya CD yang “dimakan” oleh jamur.

Victor Cardenes dari Madrid National Museum of Natural Sciences sepulang melakukan suatu kunjungan ke negara Belize di Amerika Tengah, menemukan pada salah satu CD nya gejala kerusakkan CD yang parah , yakni cakram CD yang menjadi pudar warnanya dan menjadi tembus pandang /”transparent“, serta data yang menjadi rusak karena tak terbaca lagi oleh komputer. Setelah diamati dengan seksama Cardenes dkk. menemukan bahwa bagian keping CD yang terdiri atas lapisan aluminium dan lapis polycarbonate menjadi hancur berlubang-lubang diserang jamur.
Dengan jalan membuat lubang yang bentuknya menyerupai lobang-lobang sarang cacing melalui sisi kepingan CD, sebaran jamur lalu menghancurkan cerukan ( “information pit” ) yang terbuat dari lapis-lapis sandwich alumunium dan policarbonate yang berfungsi amat penting sebagai media penyimpanan data / “binary data” yang untuk dibaca oleh laser pembaca CD.
Setelah jamur tersebut diisolasikan dan dibiakkan berhasil diidentifikasikan berupa jamur sejenis geotrichum candidum. Biasanya jamur jenis ini hidupnya menumpang pada tanaman ataupun binatang, terkadang jamur ini menimbulkan infeksi pada saluran pernafasan manusia.

Problem adanya perusakkan yang diakibatkan oleh sejenis jamur sampai saat ini bagi kalangan ilmuwan memang masih sedikit saja dikenali disebabkan oleh terbatasnya penelitian yang diadakan. Berbeda halnya atas banyaknya penelitian oleh ahli mikrobiologi lingkungan (”environmental microbiologist“) tentang bakteri-bakteri yang karena sifatnya yang mampu “mencerna” unsur-unsur logam tertentu memang dapat diaktifkan untuk membersihkan suatu lingkungan dari unsur logam yang berbahaya bagi kehidupan lingkungan hidup diatasnya, ataupun digunakan sebagai agen aktif dalam suatu rangkaian proses pemurnian suatu unsur logam mulia di lokasi penambangan.
Fenomena terjadinya serangan jamur yang menghancurkan seperti diatas diperkirakan sebagai akibat rawannya temperatur dan kelembaban udara yang tinggi seperti yang terjadi di iklim tropis negara Belize terjadi karena masuknya spora jamur perusak yang memasuki keping CD.
Guna lebih meyakinkan dan memperluas spektrum penelitian maka selain mempublikasikan temuannya dalam journal ilmiah Naturwissenschaften terbitan Jerman para peneliti asal Spanyol ini juga menawarkan untuk menguji dan menganalisa contoh CD milik sejawat peneliti lainnya dari seluruh dunia yang datanya menjadi tak terbaca lagi yang diakibatkan karena diduga tengah mengalami gangguan kerusakkan akibat adanya gangguan serangan jamur.

Artikel terkait :

  1. Penyakit Alzheimer dan Dementia momok baru bagi para perokok Menurut suatu studi yang dipublikasikan pada terbitan British Medical Journal edisi 21 April mengungkapkan bahwa merokok bisa menjadi momok penyebab...
  2. Atasi Hama Wereng Dengan Jamur Synnematium Staf Peneliti Laboratorium Lapangan Dinas perkebunan NTB, Ir. Gusti Nyoman Rai Purnayasa menyatakan – pihaknya berhasil menemukan jamur ’synnematium’ untuk...
  3. Komputer Berbahaya Bagi Kesehatan Mata Jaman Sekarang siapa yang tidak mengenal Komputer. Hampir semua orang bisa menggunakannya. Mulai dari hanya sekadar bermain game, browsing di...
  4. Kompor Gas Berbahaya Bagi Penderita Asma Penderita Asma harus menghindari penggunaan kompor gas. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa penderita asma yang...
  5. Apakah Robot Berbahaya Bagi Manusia? Mungkin anda pernah menonton film I-robot, di film itu menceritakan tentang robot yang mampu membunuh manusia. Ternya hal itu bukan...