Tim Direktorat Teknologi Farmasi dan Medika , Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT telah melakukan uji preklinis sari buah mengkudu dengan menggunakan hewan coba. Hal ini dilakukan guna memberikan klarifikasi ilmiah (meski terlambat) terhadap klaim khasiat mengkudu. 

Penentuan jenis khasiat yang dipilih untuk di uji berdasarkan pada gejala penyakit yang cenderung meningkat saat ini dan klaim khasiat dari beberapa produk sari buah mengkudu. Tiga jenis khasiat yang telah diuji yaitu : penurun tekanan darah (antihipertensi), penurun gula darah (antidiabetes) dan penurun kolesterol darah. 

Pertama, percobaan uji khasiat penurun tekanan darah dilakukan terhadap hewan coba tikus putih jantan galur Sprague Dowley yang dikondisikan hipertensi dengan diet NaCl 2,5%. Dipilih jenis kelamin jantan untuk mengurangi variabel perilaku hormonal yang dilakukan selama satu bulan dengan pemberian dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, yang setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa sari buah mengkudu mampu menurunkan tekanan darah tinggi tikus putih jantan. Hasil ini mendukung informasi empiris sebelumnya di mana buah mengkudu banyak digunakan oleh masyarakat dalam mengatasi tekanan darah tinggi. 

Ke dua, percobaan uji khasiat antidiabetes sari buah mengkudu dilakukan terhadap hewan coba mencit galur Balb C Jantan dan betina yang dibuat hiperglikemia dengan pemberian alloxan. Penelitian dilakukan tiga minggu dengan dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa. Ternyata kadar gula darah menurun baik jantan maupun betina yang mendapat sari buah mengkudu. Dan penurunan kadar gula darah lebih besar pada kelompok yang mendapat sari buah mengkudu lebih lama (dua minggu dibanding satu minggu). Hasil uji khasiat terhadap kadar gula darah ini mendukung informasi empiris mengenai manfaat mengkudu sebagai penurun gula darah. 

Ke tiga, percobaan uji khasiat penurun kolesterol darah. Hal ini dilakukan terhadap hewan coba mencit jantan galur Balb yang dibuat hiperkolesterol tinggi. Penelitian dilakukan selama lima minggu dengan pemberian dosis tunggal sari buah mengkudu 0,22 mL/20 g berat badan, setara dengan dua sendok makan sehari manusia dewasa. 

Sari buah mengkudu diberikan setiap hari pada minggu ke empat dan lima. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi diet tinggi kolesterol selama 5 minggu dan pada 2 minggu terakhir diberi sari buah mengkudu secara bersamaan tidak mengalami penurunan kadar kolesterol secara bermakna. 

Namun, jika pemberian diit tinggi kolesterol dihentikan, sementara pemberian sari buah mengkudu diteruskan, terjadi penurunan kadar kolesterol darah mendekati normal. Dengan demikian dapat dikatakan penggunaan sari buah mengkudu sebagai penurun kolesterol darah akan positif jika disertai dengan konsumsi makanan rendah kolesterol. 

Dari penelitian awal yang telah dilakukan terhadap sari buah mengkudu ini ada beberapa poin yang dihasilkan . Pertama, Ada perbedaan pola kandungan senyawa kimia dalam buah mengkudu dengan tingkat kematangan yang berbeda. Ke dua, berdasarkan penelitian awal uji khasiat sari buah mengkudu mempunyai indikasi khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, penurun kadar gula darah dan penurun kadar kolesterol rendah. Dan terakhir, untuk klarifikasi jenis-jenis senyawa dan kaitannya dengan khasiat yang diindikasikan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Pencarian artikel ini: