Penyebab Anthrax adalah B. anthracis. Faktor-faktor predisposisi seperti hawa dingin, kekurangan makanan dan keletihan dapat mempermudah timbulnya penyakit pada hewan-hewan yang mengandung spora yamg bersifat laten. 

B. anthracis berbentuk batang-batang, lurus, dengan ujung-ujung siku-siku. Dalam biakan membentuk rantai panjang. Dalam jaringan tubuh tidak pernah terlihat rantai panjang. Biasanya tersusun secara tunggal atau dalam rantai pendek dari 2-6 oganisme. Dalam jaringan tubuh selalu berselubung (berkapsel), kadang-kadang satu selubung melingkupi beberapa organisme. Selubung tersebut tampak jelas batas-batasnya dan dengan pewarnaan biasa tidak berwarna atau berwarna lebih pucat dari tubuhnya. Basil Anthrax bersifat aerob, membentuk spora yang letaknya sentral bila cukup oksigen. Oleh karena tidak cukup terdapat oksigen, spora tidak pernah dijumpai dalam tubuh penderita atau didalam bangkai yang tidak dibuka (diseksi), baik dalam darah maupun dalam jeroan. Kuman bersifat Gram-positif, dan mudah diwarnai dengan zat-zat warna biasa. 

Pada pelat agar, kuman Anthrax membentuk koloni yang suram, tepinya tidak teratur, yang pada pembesaran lemah menyerupai jalinan rambut bergelombang, yang seringkali disebut Caput medusae. Pada media cair mula-mula terjadi pertumbuhan dipermukaan, yang kemudian turun kedasar tabung sebagai jonjot kapas, cairannya tetap jernih. 

Spora tahan terhadap kekeringan untuk jangka waktu yang lama, bahkan dalam tanah dengan kondisi tertentu dapat tahan sampai berpuluh-puluh tahun. Bentuk vegetatif B. anthracis memiliki ketahanan yang tidak seberapa atau mudah terbunuh oleh pasteurisasi, oleh macam-macam desinfektansia atau oleh proses pembusukan, lain halnya dengan sporanya. Pemusnahan spora B. anthracis dapat dicapai antara lain dengan : uap basah bersuhu 90 oC selama 45 menit., air mendidih atau uap basah bersuhu 100 oC selama 10 menit, dan panas kering pada suhu 120 o C selama satu jam.

Artikel terkait :

  1. Penanggulangan Anthrax (Radang Limpa) Di Indonesia Anthrax adalah penyakit menular terutama menyerang binatang herbivora, tetapi juga menyerang semua mamalia termasuk manusia dan beberapa spesies unggas. Manusia...
  2. EPIZOOTIOLOGI Penanggulangan Anthrax 1. Kejadian di Indonesia  Penyakit bersifat universal. Biasanya terbatas di daerah-daerah Anthrax, dimana penyakit timbul secara enzootik pada saat-saat tertentu...
  3. Cara penularan penyakit Anthrax Anthrax tidak lazim ditularkan dari hewan yang satu kepada yang lain secara langsung. Wabah Anthrax pada umumnya ada hubungannya dengan...
  4. Vaksin Duo-Aksi Penghancur Anthrax Ditemukan REUTERS HEALTH melaporkan bahwa sekelompok ilmuwan dari Boston berhasil membuat vaksin anthrax duo-aksi yang secara simultan mampu melindungi tubuh dari...
  5. Diagnosa laboratorium penyakit Anthrax 1. Identifikasi agen  Pemeriksaan mikroskopis sediaan ulas darah perifer adalah cara yang sederhana dan tepat, bilamana hewan masih dalam keadaan...