Baru-baru ini para ilmuwan inggris yang meneliti akan keabsahan cerita keberadaan Yeti, manusia salju dengan uji DNA mengungkapkan bahwa DNA rambut yang disebut-sebut sebagai milik yeti adalah bukan milik manusia, atau milik beruang atau makhluk hidup lainnya, karena dengan uji DNA, ternyata tidak menunjukkan sebagai benda milik makhluk hidup.
Yeti yang didalam legenda disebut-sebut sebagai manusia setengah kera yang hidup di Himalaya ini, diisukan masih hidup sampai sekarang. Akan tetapi dengan pembuktian secara iptek ini, terungkap bahwa semua adalah cerita yang dibuat-buat. Prof. Bryan Sykes, seorang ahli ilmu genetika manusia dari Institute of Molecular Medicine, Oxford mengungkapkan, “Dari hasil penelitian kami membuktikan ini bukan milik manusia, bukan pula milik beruang atau makhluk hidup apapun”.
Yeti adalah salah satu binatang setengah kera dan manusia yang mendapat perlindungan sebagai makhluk yang dilindungi sampai pertengahan tahun 1950 oleh pemerintah Nepal. Cerita ini dibuat kemungkinan adalah dalam rangka untuk menaikkan daya tarik pegunungan Himalaya bagi dunia internasional, seperti halnya cerita legendaris BigFoot di Amerika



