1. Administrasi. 

a. Laporan Dinas Peternakan kepada Dirjen Peternakan dan kepada Pemerintah Daerah, tentang terdapatnya kejadian Anthrax. 

b. Mengirim bahan-bahan pemeriksaan penyakit ke laboratorium yang berwenang untuk peneguhan adanya penyakit. 

c. Pernyataan tentang terdapatnya/bebasnya sesuatu daerah terhadap Anthrax oleh Kepala Pemerintahan Daerah setelah adanya peneguhan tehnis. 

2. Pencegahan 

Bagi daerah bebas Anthrax, tindakan pencegahan didasarkan pada pengaturan yang ketat terhadap pemasukan hewan ke daerah tersebut. 

Anthrax pada hewan ternak dapat dicegah dengan vaksinasi pada semua hewan ternak di daerah enzootik Anthrax yang dilakukan setiap tahun disertai cara-cara pengawasan dan pengendalian yang ketat. Di Indonesia dipakai vaksin aktif strain 34 F2, yang dapat dipakai untuk semua hewan ternak dan relatif aman, daya pengebalannya tinggi berlangsung selama 1 tahun. 

Dosis untuk hewan besar 1 ml, SC. Untuk hewan kecil : 0,5 ml, SC. Untuk hewan tersangka sakit dapat dipilih salah satu dari perlakuan sebagai berikut : 

(1) Penyuntikan antiserum dengan dosis pencegahan (hewan besar, 20 ¡¦30 ml, hewan kecil, 10 ¡¦0 ml) 

(2) Penyuntikan antibiotika 

(3) Penyuntikan kemoterapetika

(4) Penyuntikan antiserum dan antibiotika atau antiserum dan kemoterapetika. 

Cara penyuntikan antiserum homolog ialah IV atau SC, sedangkan untuk antiserum heterolog SC. 

Dua minggu kemudian bila tidak timbul penyakit, disusul dengan vaksinasi.

Pencarian artikel ini: