Ide dari Ir. Tjokorda, didapat setelah melakukan uzlah untuk mendapatkan ilham agar jalan tol yang dibuat nanti tidak menghambat jalur lalu-lintas.

Penemuan landasan putar bebas hambatan ini berkenaan dengan pekerjaan konstruksi di bidang teknik sipil. Lehih khususnya berkenaan dengan upaya mengangkat benda berat dan selanjutnya memutarnya terhadap sumbu vertikal dari konstruksi pendukung tempat benda berat itu diletakkan. 

Cara umum yang digunakan di bidang teknologi ini untuk mengangkat dan memutar benda berat adalah dengan memakai teflon (merk dagang) dan menggunakan alat pengangkat yang berada di luar konstruksi dan dongkrak hidrolik yang berdiri di atas rel atau rol agar dapat memutar benda tersebut. Metode semacam ini memerlukan konstruksi peralatan pengangkat dari baja yang sangat berat dan mahal. 

Lagi pula, pekerjaan mengangkat dan memutar benda berat menurut teknologi sebelum ini memerlukan “framework” (kerangka penyangga) yang akan melintang pada jalan yang telah ada sehingga amat mengganggu lalu lintas. 

Masalah-masalah diatas akhirnya dapat dipecahkan dengan peralatan menurut penemuan Ir. Tjokorda yang dapat di putar tanpa gesekan/hambatan yang berarti yang pembuatannya hanya memerlukan alat-alat yang relatif sederhana dan material yang relatif murah. Sedang penggunaan peralatan tersebut tidak akan begitu mengganggu lalu-lintas karena “framework” itu dipasang ketika benda berat dimaksud berada sejajar dengan sumbu jalan. Juga, karena peralatan penemuan ini secara permanen tinggal dalam badan konstruksi akhir, maka waktu dan biaya penyelesaian bisa pula dihemat. 

Sayangnya penemuan penting di bidang jalan tol ini, dengan konsultan paten Dr.Ir. Heraty Noerhadi Rooseno, baru mendapatkan patennya tahun 1995. Padahal telah mendaftar sekitar tujuh tahun yang lalu. Jadi, cukup lambat prosesnya

Pencarian artikel ini: